Sunday, May 10, 2015

PUISI UNTUK SANG MANTAN

PUISI UNTUK SANG MANTAN
Oleh Friky Nurcahyo

Dahulu..
Dirimu slalu ada untukku
Senyummu sejenak hentikan waktu
Buatku berangan hingga mati bersamamu
Menjadi duri untuk sang bunga
Menjadi pelindung hingga di surga
Dalam mimpi engkau hadir
Membawa keindahan sejuta kenangan
Lukisan pelangi sudahlah luntur
Karna air semua hancur
Sekarang aku hanyalah debu
Hanya engkau yang dapat merangkai kembali ragaku
Tinggalkanlah dan kembalilah
Karna aku masih setia untukmu
Masih dahulu yang slalu berusaha membahagiakanmu

AYAH MENGAPA INI TERJADI

AYAH MENGAPA INI TERJADI Oleh Muh. Nur Alamsyah 

Di pagi buta ku terbangun
Ditemani mentari pagi
Setelah mataku terbuka lebar
Kupandangi sekujur badanku

Menyaksikan pemandangan sekitar
Yang seakan menusuk dada
Ya Tuhan mimpi apakah aku semalam

Yang tadinya taman nan indah
Kini berubah menjadi aliran aliran air sungai
Kini kendaraan yang terlihat hanyalah sebuah perahu kecil
Kini derita telah mewarnai hidupku

Ku tersadar sungguh baru ku sadari
Keindahan yang aku lihat tadi malam
Hanyalah keindahan mimpi
Yang melenyapkan semangat hidupku

Ayah mengapakah ini harus terjadi
Rumahku dikolom jembatan
Hidupku terpaut di sungai ini
Darahku mengalir dengan deras
Ingin sekali hidup bahagia
Meskipun itu hanya dalam bunga tidur
Kan kujadikan inspirasi untuk masa depanku
==

SEPI

SEPI Oleh Riza Aulia Akfiyani

Ingin ku caci sepi
Yang selalu saja menghantui
Apa kau tak punya pekerjaan lain?
Selain mengikuti kemana pun aku pergi
Apa istimewanya diriku?
Hingga kau tak bisa melepaskanku
Jangan dekati aku lagi
Pergilah sejauh mungkin

Aku sudah bosan
Aku sudah lelah
Aku sudah muak

Jangan datang lagi
Aku tak mau bertemu
Bahkan hanya berpapasan pun
Aku sudah tak ingin

Haruskah aku bersembunyi di keramaian?
Haruskah aku tenggelam dalam kerumunan?
Apa kau tak punya malu?
Sudah ku katakan berkali-kali
Jika aku tak mau lagi bersamamu

Sadarlah dan buka mata
Aku tak mau lagi hidup denganmu
Aku tak mau perjalanan hidupku
Selalu bersetubuh dengan sepi.

KAU YANG DULU

KAU YANG DULU Oleh Riza Aulia Akfiyani

Entah mulai sejak kapan
Tapi aku merasa semakin lama
Debit cintamu semakin berkurang
Kau tak lagi menyapa dikala pagi
Kau tak lagi mendatangi dikala siang
Kau tak lagi bersenandung dikala malam

Apa salahku?
Kenapa kau hanya diam saja?
Jawab aku!
Aku mohon!

Tak ada lagi sapaan cinta
Yang menghiasi dikala pagi
Tak ada lagi rayuan sayang
Yang mewarnai dikala siang
Tak ada lagi nyanyian mesra
Yang menemani dikala malam

Kau semakin jauh dan lenyap
Tanpa ku tahu apa penyebabnya
Kau semakin tak bisa ku jangkau
Karena sekarang kau menjadi asing

Siapa kau?
Benarkah kau kekasihku yang dulu?
Yang selalu ada...
Dikala pagi, siang ataupun malam
Jawab aku!

Aku rindu kau yang dulu
Kemanakah perginya kau yang dulu?
Tolong kembalikan kekasihku yang dulu!
Aku mohon!

MERINDUKAN SAHABAT LAMAKU

MERINDUKAN SAHABAT LAMAKU
Oleh Wulanda Saputri

Dikala siang berganti malam
disaat itulah aku selalu merindukanmu
kamu yang dulu selalu menemaniku
kita terpisahkan oleh jarak dan waktu

Dedes andai kau tau..
Aku disini selalu meriindukanmu..
Aku rindu pada sosok dirimu yang lucu
Enta bagaimana keadaanmu sekarang

Sahabatku aku ingin berjumpa kembali
Aku ingin bermain bersamamu kembali
Entahlah apakah kita dapat bersama?
Sungguh aku benar-benar rindu

Disetiap malam aku berdo'a untukmu
aku memohon agar engkau baik2 saja
Aku berharap dapat bertemu kembali
Dan dapat bersama denganmu lagi

KENANGAN YANG TERSISA

KENANGAN YANG TERSISA
Oleh Winnie Gozali

Malam sepi tanpa bintang
Sepi hariku tanpa kalian
Duduk diam menatap bulan
Meingat waktu yang berlalu

Dahulu terasa senang
Ketika kita masih bersahabat
Kesenangan yang terungkapkan
Kesedihan yang terkatakan
Mungkinkah kita bersama lagi...?

Adakah aku dirindumu..?
Adakah kamu dirindunya..?
Tanpamu, tanpaku, tanpanya
Akan berbedalah kisah kita
Kisah yang KONYOL, GOKIL , LUCU

RINDU PERSAHABATAN KITA

RINDU PERSAHABATAN KITA
Oleh Meliani Prianti

Andai waktu bisa terulang kembali..
aku ingin memperbaiki semua kesalahanku..

Andai waktu bisa terulang kdmbali..
aku tak akan melakukan kesalahan itu..

Sahabatku, aku mohon maafkan kesalahanku padamu..
aku mohon jangan kau usaikan persahabatan kita..

Kau sangat berarti untukku..
saat aku menangis kau selalu menghiburku, hari hariku selalu bersamamu..
tapi sekarang kini kau telah pergi dan membenciku..

Aku rindu persahabatan kita..

KAWAN, KU PANGGIL KAU TEMAN

KAWAN, KU PANGGIL KAU TEMAN
Oleh Niken Agustina

Kawan…
Kupanggil kau teman
Kau rangkul aku dengan senyuman
Kau dekap aku kala tangisan
Kesedihan tak punya lagi ruang
Kemaraham kau redamkan

Teman…
Sinarmu begitu terang
Tak padam dalam remang
Kau sungguh menawan

Kawan, Bersama kita habiskan waktu
Berbagai situasi kita hadapi
Kita adalah pelangi

Teman, Cerita kita selalu terkenang
Takkan ada kata hilang
Meski kau jauh rasanya
Kau takkan kehilangan makna

KAWAN

KAWAN Oleh Najma

Titik - titik air embun pagi menemaniku hari ini
Menyunggingkan senyum di bibirku
Teringat kawan yang selalu menemaniku susah maupun senang. Membuat momen hidup yang tak terlupakan..

Aku rindu kebersamaan, tapi setiap pertemuan kan ada perpisahan.
Malaikat yang berlabuh kini, saksi rinduku yang bisu.

Melukis pelangi di langit,
Menghadapi hujan kehidupan bersama,
Diantaranya terselip kebahagiaan dan tawa.

Tuhan, apa harus semuanya di ambil secara cepat?
Bantu aku lebih lama bersama mereka, hanya untuk sekedar bergurau, atau sekedar mengenang.
Jarak waktu kan ku robohkan demi persahabatan,
Ombak laut kan ku pecah di tengah agar tak lebih menyakitkan,
Tulis tangan kebersamaan kita takkan pudar walau oleh air mata perpisahan yang berjatuhan

Serangkai yang telah kita buat, menyisakan 2 kata 1 kalimat bermakna dalam hati ini, "Terimakasih Kawan". Terimakasih untuk semuanya..

KEHILANGAN

KEHILANGAN
Oleh Novi Hikmah Wati

Ku hanya bisa melihat dari memori
Tentang apa yang telah kita lewati
Walau kini ku tau kau tak seperti dulu lagi
Karna yang ku tau tentang mu
Hanya akan buatku menangis

Kepolosanmu
Kekanakanmu
Kemanjaanmu
Ketidaktauan mu tentang cinta
Itu semua buatku beruntung

Tapi kini,,
Keberuntunganku telah selesai
Semua sifat mu telah berubah
Kedewasaanmu telah menelan keberuntunganku
Takkan ada lagi sahabat seperti dulu
Sahabat dulu telah menjadi dewasa

Kehilangan,,
Itulah yang saat ini ku rasakan
Sifatmu bukanlah kekanakan lgi
Sifatmu bukanlah polos lagi
Sifatmu Menghancurkn kan ku
Sifatmu bukan lagi seperti sahabat
Sahabat yang dulu ku sayangi
Tapi sekarang hanyalah kenangan
Semua perkataan manis mu telah jadi abu
Karna prilakumu yang membakar sendiri

MEMBUTUHKANMU

MEMBUTUHKANMU
Oleh Novi Hikmah Wati

Dibawah awan mendung ku bersenandung
Dengan hati yang beku dan dingin pula
Ku mencoba tegar menjalani hidup

Ku mampu..
mampu tersenyum, bernyanyi, tertawa bersama kalian
Tapi semua itu..
Hanyalah topeng dibalik keadaanku
Diuar ku bisa tersenyum
Tetapi didalam ku hanya bisa merasakan kesedihan

Ku butuh seseorang yang mempercayaiku
Ku butuh seseorang yang menguatkanku
Ku butuh seseorang yang memperhatikanku
Ku butuh seseorang seperti Sahabat
Ku butuh seseorang seperti kalian semua
Namun kenyataannya ku nggak bisa miliki kalian semua
Karna ku nggak bisa berbuat banyak untuk kalian

Monday, February 24, 2014

Bertepuk sebelah tangan

Bertepuk sebelah tangan

aku tak ingin seperti ini,,
terjebak dalam rasa yang membuatku mati,
mati rasa dalam waktu yang lama,
seakan hati ini terpisah dari raganya,

aku benci,
benci dengan rasaku yang tak bisa memilih
cinta yang semestinya,
aku tak ingin,
membuang sisa rasaku pada orang yang salah,
yang hanya membuatku kecewa,
terluka memerikan lara,
tersudut dalam kesendirian dan kesepian,

aku benci,
benci rasaku,
rasa yang hanya ada pada diri ini,
rasa yang tak terbalas oleh dia,
dia yang membuat warna pelangi di hidupku,
dia yang membuatku nyaman dan mati,
dia yang mencipta semua rasa pada memori ku,

aku benci,
cintaku yang slalu bertepuk sebelah tangan…

Sunday, February 23, 2014

MIMPI-MIMPIKU TELAH USANG Oleh Fadila Furqon

MIMPI-MIMPIKU TELAH USANG
Oleh Fadila Furqon

Aku tlah jauh melangkah..
menapaki jalan setapak keluh kesahku,
melampaui batas alam sadarku,
menerobos masuk pada setiap ruang dalam imajinasiku..

Aku lelah,
tapi, belum menyerah dengan keadaan ini..
sekarang, aku hanyut terbawa arus kehidupan yang belum tentu menjanjikan,
terbuai berayun-ayun mengikuti baik buruk tingkah laku...

Aku bingung harus bagaimana mengisi kekosongan ini,
tertati diambang kebimbangan untuk menanti secercah harapan..
yang masih penuh dengan janji-janji manis yang tak bertanggung jawab..

Apa yang harus aku lakukan, kalau aku selalu dibiasakan dalam sebuah penantian..
terkadang ingin rasanya aku pergi jauh menjemput mimpi-mimpiku sendiri..
dan terbang bersamanya menyentuh awan dan bintang kesuksesanku..

Tapi, inilah mimpi-mimpiku,
terkurung dan terikat,
dalam sebuah kotak yang tlah usang.

PENANTIAN YANG TAK HENTI Oleh Putri Zulaiha

PENANTIAN YANG TAK HENTI
Oleh Putri Zulaiha

Tubuhku terpaku membisu
merasakan keheningan malam
hatiku terbang melayang ke bintang
melepaskan kesunyian pergi menuju bintang untuk menghibur kegundahan

Hari demi hari berlalu
tak sedikit ku temukan celah kehadiranmu
angin pun berhembus lalui aku
begitu pula hati ini menanti dirimu

Hatiku selalu berharap
kamu datang kembali menghampiriku
tuk menjadi sinar cahaya dalam kegelapanku
dan menjadi penghibur kepiluanku

MULAI MENGERTI Oleh Siti Nur Asiah

MULAI MENGERTI
Oleh Siti Nur Asiah

Aku perlahan mengerti
mengerti tentang semua kenyataan ini
awalnya ini sulit bagiku
bahkan aku enggan untuk mengerti
jangankan untuk mengerti
awalnya cari tahu pun aku tak ingin
namun kini semua terlihat jelas
aku memahaminya...

Dan insyaAllah aku akan menerimannya
ini kenyataan, sulit memang
namun waktu terus berputar tanpa henti
semua mengalami perubahan
dan aku yakin perlahan semua membaik
sama dengan apa yang aku harapkan

MY DESTINY Oleh Sadewa

MY DESTINY
Oleh Sadewa

Aku pernah berkata kau adalah segalanya
Kaulah my life and my destiny
Hanya kau wanita terindah dalam hidup ku
Mungkinkah kau ada rasa yang sama seperti aku

Andaikan semua itu benar
Dan hanya ada satu nama di hati mu itu aku
Tanpamu aku hanyalah sepotong kertas tak berisi
Auman auman hati yang hanya ingin dirimu hadir di setiapnya

Untukmu yang sangat ku cinta
Flowers is you my love and just in my hearth
Inilah ungkapan dari seorang pecintamu
Kutukan hatilah yang membuat aku berkata seperti ini

KEMBALIKAN SENYUM KAMI Oleh Beatrix Cendana

KEMBALIKAN SENYUM KAMI
Oleh Beatrix Cendana

Alam merintih. .
Seakan tak pernah berakhir. .
Dan haruskah terus terulang?
Saat kesadaran terhenti,
Menguji jiwa yang sehat namun...
Sia-sia yang diharapkan tak pernah kembali. .
Sekarang bisakah kau hentikan harapan itu?

Jangan. .
Kami di sini masih berharap...
terus berharap untuk membuat harapan baru.
Hapuslah asa kami. .
Biarkan kami menyatu seperti dahulu kala..
di mana alam yang asri
tiadalah kepedihan..

Bagaikan sepucuk daun yang jatuh dari pohonnya.
Seperti inilah kehidupan kami.
Bisakah kau kembalikan senyum kami yang sempat sirna?
Bukankah senyum kami cerminan kebahagiaan dunia?
Dengarkan..
walau hanya sedetik saja..

GERSANG JIWA Oleh Ahmad Sururi

GERSANG JIWA
Oleh Ahmad Sururi

Hampa nan tandus,,,
Bagai ladang hati yang tak
terurus,,,,,,
Kering dan nyaring tak memberi
arti khusus,,,,
Hanya nyanyian hama yang begitu
rakus,,,,

Menebarkan debu-debu keputus
asaan,,,,,
Dalam tarian ilalang di kemarau
panjang,,,,
Di kepingan hati yang terhapus
penyesalan,,,,
Akan gersangnya nurani yang rindu
siraman hujan,,,,

Mungkinkah datang setetes air
kedamaian,,,,,
Menumbuhkan mimpi yang mati
kekeringan,,,,,
Menyibak senyum kehidupan yang
mulai terlupakan,,,,,
Karena kosongnya sebuah
penantian,,,,,

Ataukah kemarau kan tetap
panjang,,,,,
Membunuh kesucian jiwa yang mulai
hilang,,,,,
Menerjang keraguan akan kehidupan
masa depan,,,,,
Menghembuskan angin
kebimbangan,,,,

Hingga akhirnya di gersangya jiwa
ku ukir cerita,,,,,
Bersama setetes do'a untuk Sang
pencipta,,,,,
Semoga hujan turun di malam yang
hampa,,,,,
Menyejukkan untaian sukma
nestapa,,,,,

*al harokah ilal barokah,
___dh3___

AKU DAN DUNIAKU Oleh Mohamad Fajar Ramadan

AKU DAN DUNIAKU
Oleh Mohamad Fajar Ramadan

Mata adalah kamera
Yang menyisipkan cerita kedalam kenangan
Tapi siapa tau angin hanya bisa melayang
Terbang kesini kemari tanpa membawa kenangan
Diriku semakin terpaku ke dalam bumi
Setelah jeritan,siksaan,dan kematian itu
yang sering terbayang saat memejamkan mata
Bila saja jeritan itu adalah aku
Mungkin tak selembar pun rambut yang aku persembahkan
Kepada cahaya yang sering tertukar dengan kegelapan
Tapi mataku tak meleset menatap
Engkau adalah sendiri yang kesepian
Dan mengamuk dalam kesepian
Kau tumpah kan karma terhadap kami
Kau angin,lautan,air,daratan,gunung,langit,jagadraya
Yang seakan akan menyiksa kami
Kami disini seperti korban nazi saat itu
Tapi siapa sangka orang akan menolong
Aku ini kan hanya binatang tersisihkan dari umatnya
Aku hanya menunggu setiap detiknya melewatiku
Dan aku percaya aku adalah dunia
Aku menunggu perutaran waktu berbalik arah dalam hidup

MENUNGGUMU

MENUNGGUMU
Oleh Lily Arief K

Ketika kita menjalin hubungan mesra seperti dahulu
Aku selalu membuat mu marah
Aku selalu membuat mu sedih
Aku selalu membuat mu terjatuh

Tapi kamu....
Selalu membuat ku senang
Selalu memberi semangat ku
Selalu membuat ku bangkit

Namun kini ku sendiri.
Aku berharap kau kembali
Memeluk ku lagi
Dan menjalin cinta kasih untuk selamanya

Aku akan menunggumu.....
Menantimu......
Menantimu.....
Sampai kapanpun

RASAKU

RASAKU
Oleh Putri Fauziah

Menangis, menjeritku dalam kehampaan
Mengais bongkahan cerita yang hampir terhapus waktu
Bila memang ku berkuasa atas bumi ini, waktu ini dan kesempatan ini
Aku ingin kembali menyusun cerita bahagia dengan sang mentari
Mengepakkan sayap menuju lazuardi
Tapi kini... mentariku telah berlari
mencari sesuatu tanpaku dan memang takkan pernah denganku
Ya, dia datang sesaat dan pergi untuk selamanya
Bak fatamorgana di siang hari
Kukejar,
Lalu kecil,
Lalu hilang,
Tenggelam,
Aku terjatuh,
Aku terseok,
Kecewa
Mentariku... harapanku tertumpu padamu
Apatah kau tak merasakannya
Apatah kau tak menghiraukan segenap jiwa yang Kukerahkan hanya untukmu?
Mentari...
Dalam hampa ku berlutut
Berharap kau bisa membalasnya

APAKAH

APAKAH
Oleh Agatha Onnasandevi Ratuwangi

Apakah aku berlalu terlalu cepat
Jika aku tlah menunggu terlalu lama
Apakah semuanya benar terjadi
Jika yang kuinginkan hanyalah angan belaka

Dan layakkan embun datang
Saat itulah dirimu pergi
Kemana aku harus mencari
JIka sudah tak ada sinar mentari

Apakah masih mungkin tenaga seperti naga
Yang liar bersama nafas api
Bersedia mencarimu walau bukit yang kubakar
Jua mentari menjadi persediaan nafasku

Dan apakah masih mungkin dirimu disana
Ditempat elok tanpa hujaman salju
Dengan sisaku yang berevolusi dalam diam
Tuk jadi kumbang lemah mencari kembang

Lalu kutemukan kau
Bersama kupu indah tanpa celah
Mendampingimu dalam kelam kalbu


Onnasan, 2 Februari 2014

KERINDUAN YANG ABADI

KERINDUAN YANG ABADI
Oleh Radha Amirah

Dalam hening hatiku berbisik namamu
Dalam kesunyian ini, kaulah yang ku tau
Ingin kumendengar canda tawa mu
Namun sekarang tlah hilang dalam kalbu

Sekarang waktu pun belum tau
Kapan aku bisa bertemu denganmu?
Kapan rasa rindu ini kan berlalu
Hingga waktu itu kan tiba aku kan menunggu

Hingga rasa rindu itu menghantui
Aku tak tau haru melakukan apa
Kabarmu saja aku masih ingin mencari
Apa lagi bertemu dengannya

Lelah, letih, dimana aku harus mencari
Sekedar pengorbanan kan aku beri
Dan hingga aku mati
Takkan ku biarkan kau pergi

SIA-SIA

SIA-SIA
Oleh Kangsugali Deka


Sepatah kata buat tercinta
Alunan sairku taklagi indah
Melambai angan benak dan jiwa
Hati menangis buatku gundah.

Kasihku pendar buat tercinta
Melayang sungguh tiada berguna
Menunggu bulan jatuh jeriba
Penantianku berbuah hampa.

Namun bulan begitu indah
Sedang aku gelap gulita
Pantaslah aku selalu merana
Cahaya bulan amat sempurna.

Hening malam terus mendera
Kasihku terkubur bersama duka
Sajak kecilku bertema cinta
Namun derita temani jua.

-Kangsugali Dekangean-

CINTAKU JAUH DI PULAU

CINTAKU JAUH DI PULAU
Oleh Khairil Anwar

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

1946

SENJA DI PELABUHAN KECIL

SENJA DI PELABUHAN KECIL
Buat Sri Ajati
Oleh Chairil Anwar


Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap


1946


RUMAHKU

RUMAHKU
Oleh Chairil Anwar

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Kaca jernih dari segala nampak

Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Dipagi terbang entah kemana

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Disini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
jika menagih yang satu

DERAI DERAI CEMARA

DERAI DERAI CEMARA
Oleh Charil Anwar

Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

Saturday, February 22, 2014

Ka Naseb Loen,,,,

Ka Naseb Loen,,,,
 
Kala malam datang
Aku takut akan gelap
Kala siang datang
Kutakut akan cahaya terang
Ya…..itulah sang fajar
yang katanya selalu memberikan cahaya
namun kenapa luka yang kudapat?
kenapa dia selalu lari bila kukejar???
Apa salahku…
Ketika lukaku sembuh
Seseorang mulai melunakkan hatiku
dia datang lagi….

Lumat

Lumat
 
ada banyak malam saat aku menangisimu
menangisi ketiadaanmu dan meneriaki gelap yang tak turut menghisapku
tumpah bukan kata terbaik untuk menggambarkan ruah air mataku
jiwaku hancur..
lantak dalam liatan gelombang tertinggi
ada banyak sesal yang ingin kukatakan padamu’
dan banyak maaf yang tak akan terdengar lagi olehmu
tapi di atas tumpukan rasa yang semakin membuatku gila

Karena Keluhku itu Cinta

Karena Keluhku itu Cinta
 
tiap hari selalu dimulai dengan keluhan.
hari ini tentang itu, esoknya tentang si itu, lusanya tentang yang itu.
berulang bagai benang kusut yang tak mampu dilihat ujungnya.
dia mengeluh,
aku berusaha memberi sepenggal kalimat bijak.
dia mengeluh lagi,
ku beri lagi senyuman dan usapan pada punggungnya.
Purnama di bulan Mei
sebuah jepit rambut
bermotif ukiran hati
kau selipkan di rambutku
sejenak…
sebelum kau beranjak
tak bisa berkata
aku pun terdiam dalam gelisah
tapi, isakan hati tak bisa kututupi
Seperti rembulan yang merengkhuh malam
terangi hati berpayung cendawan hitam
kau ikrarkan akan kembali
dalam satu sasi

Selamat Ultah, Mak….!!!

Selamat Ultah, Mak….!!!
 
Terbangun aku dari mimpi sisa tidurku
lalu memungut kata yang tercecer semalam
kata yang tersusun dari muntah kerinduan
dan kata yang tak sempat aku peluk
hingga merekah dalam kesedihan
Terima kasih Tuhan kau beri batas antara aku dan dirinya
hingga aku sadar betapa pentingnya kasih sayang

Kelu

Kelu
 
hanya diam yang aku punya
saat seribu pertanyaan menderaku
tersudut pada keadaan
dan waktu terus menyeretku
aku masih saja diam
satu persatu memaksaku berbicara
namun aku hanya bisa diam
biarkan pertanyaan ini tetap,
menjadi pertanyaan selamanya
mengeja lewat sorot mata
serta likuk raut wajah
dan tak akan satu kata pun keluar

Karena Aku masih Cinta

Karena Aku masih Cinta
 
aku berdoa untukmu dari hatiku
dari hati yang pernah kau sentuh
dan selalu ingin menyentuhmu
semoga abadi bahagiamu
semoga tangan yang ingin kau genggam menyambutmu
semoga aroma yang kau rindukan dapat kau hirup
dan semoga hati yang ingin kau peluk mencintaimu selamanya

Masa Biru

Masa Biru
 
Ku memandang langit biru
biru kelabu seperti hatiku
teringat bayang masa lalu
tentang cerita yang biru
menisik derita yang tak berlalu
tinggalkan luka sendu
hanya hati ingin berseru
dari hati yang bertalu talu
lepaskan ingatanku
tentang cerita masa lalu

Sesalku

Sesalku
 
tersesal…..
ku melihat tubuh lusuh di pembaringan
wanita yang begitu di muliakan
yang dulu begitu ceria dan tegar
kini terbaring tidak berdaya
begitu besar dosaku padamu
semakin terasa sesak di dada

Aku Bukan Burung,

Aku Bukan Burung,
 
Aku bukanlah seekor burung
Dengan kedua sayapku
Aku bisa langsung melesat ke angkasa luas
Tanpa aku merasa takut akan terjatuh
Aku bukanlah seekor burung
Yang bisa terbang melintasi dunia
Sejauh yang aku inginkan
Kemanapun aku pergi
Aku bukanlah seekor burung
Yang bebas bertengger dimana saja
Dan pergi kapan saja
Sesuka hatiku

Hanya Aku dan Kamu

Hanya Aku dan Kamu
 
kerinduan mengusik malam-malamku
berkawan asa yang terpendam
rasaku merasuk kalbu
ingatanku terus melayang,
berharap akan kehadiranmu
aku yang menunggumu
bertahan pada hati yang tak lagi tegar
di persimpangan hatiku
aku mau kamu kembali
menatapku tidak untuk terakhir kali
menemaniku bersama waktu
merajut kasih bersama, berdua
hanya aku dan kamu

Kampret….!!

Kampret….!!
 
semua mudah berkata cinta,
semua mudah berucap sayang,
namun apa arti cinta tanpa kenyataan
pengkhianatan kau berikan
t’lah tertanam dalam hatiku yang paling dasar,
sakit,
perih,
hingga ku membisu dan terdiam,
cukup sampai sini harapan itu tersimpan,
daun yang hijau kini telah menguning dan tak mungkin berseri kembali
Kampreeeeeett….!!!

Jika Dia Cinta

Jika Dia Cinta
 
jika dia sebuah cinta,
dia tak hanya mendengar,
melainkan senantiasa bergetar
jika dia sebuah cinta,
dia tak mungkin buta,
melainkan senantiasa melihat dan merasakan apa yang kita rasakan
jika dia sebuah cinta,
dia tak akan membuat kita sedih,
melainkan senantiasa akan membuat kita bahagia

Nyanyian Sumbang

Nyanyian Sumbang
 
dengarkan itu….
bila kau tak terdengar
coba buka lagi telingamu
Apakah sudah terdengar olehmu ???
Coba buka hatimu
Tengoklah sekeliling
Kau akan tahu
Kau akan mendengarnya
Rintihan anak – anak bangsa
Aku tahu
Suara kehidupanmu
dan suara kehidupan mereka
tak serirama
suara kehidupan mereka sumbang
berbeda dengan suara kehidupanmu
yang begitu harmonis

Gulana sedu

Gulana sedu
 
Bayanganku tak mau lepas juga dariku
Lelah aku diikuti olehnya
Aku ingin bebas
Bebas tanpa ada satupun yang mengikatku…
Aku ingin lari
Sendiri…
Merasakan heningnya kehampaan…
Di tengah kesedihanku.
Aarghh…nikmatnya…
Bagai meneguk segelas air ditengah kemarau
Bagai melihat pelangi setelah hujan
Bagai oase ditengah gurun pasir
Bahagia…
Ya…

Kita dan Batu

Kita dan Batu
 
Apakah hanya angkuh
Terukir di wajah kita berdua
Dan tampak kukuh
Di mana antara kita berada
Di depan mata
Namun tanpa senda

Kalaupun harus…

Kalaupun harus…
 
Kalau harus menjadi debu
aku akan menjadi debu bagimu
seperti juga awan yang tak pernah jemu menaklukkan matahari
andai saja angin tahu, bahwa badai jua tak kunjung turun dari tahta
menikam nurani mereka
mereka yang bersujud di bumi, meraung, dan berteriak kebenaran
Jika perahu tidak bisa berjalan.
Semoga bukan sebab layar sengaja diturunkan.
Melainkan akibat musim tanpa angin.
Dengan demikian…
ada kesempatan bagi hati dan lengan
untuk mengayuh dayung agar perahu sampai.

Surat Reformis

Surat Reformis
 
kepada yang terhormat
di sana!
kepada perwakilan yang
memegang janji!
tiap detik berlalu bombastis
tak sanggup kami menggapaimu
melihat apalagi memakan bagianmu
tak disini juga disana
berdoa pun kami tak sanggup
tapi, kini
kau bagai dewa yang menunggu giliran
dilemparkan!

Doaku tiba tiba

Doaku tiba tiba
 
Ini hanyalah seuntai doa
Mengantarku menuju alam mimpi
Adalah sisipan kata untuk yang terasa
Nyata sejak pertama hingga tak ada akhirnya
“Ketika mentari tiba, kuharap masih ada
Asa yang tak berujung tentang dirimu
Sejak pertama kau berikan mata padaku
Impian tentang bayangmu
Hingga kini masih kuharap menjadi nyata”

Mencari Cahaya

Mencari Cahaya
 
Gelisah menjelma dibilik-bilik jiwa
Mengurung ribuan kisah
Sampai nyaris sesak tak bisa bernapas
rentang waktu yang berlarian
Masih saja tak bisa ku ajak bicara
Tentang letih yang sering kali singgah
Membiarkanku mengeja setiap peristiwa
melapal satu demi satu sejarah diri
maka temukanlah aku dalam sunyi

CINTA CANTIK

CINTA CANTIK
 
ciptaan yang terindah untukku
senyum tipis di ujung bibir
mata sayu lembut merajuk
masa lalu kelam kau jalani
tapi kejujuran menumbuhkan cinta dihatiku
kerinduan selalu kau datangkan dihariku
cintamu memilih sisi lain dihidupku
dirimu….
langkah pertama ku tahu bercinta
langkah kedua ku di jalan cinta
memulai awal lagi untuk yang terakhir
semua untukmu

Gundah

Gundah
 
Jika hatimu terasa gundah
Berbaringlah dalam kesunyianmu
Jika hatimu tak lekas cerah
Pejamkan matamu dan tidurlah
Bawa dirimu terbang dan melayang
Dalam indah dunia mimpi
Jika hatimu t’lah riang
Buka mata dan bangkitlah dari mimpimu
Karena ada orang-orang yang menantimu

KEMENANGAN

KEMENANGAN
Kau angkat wajah menantang langit
Tersenyum sinis dalam kemenanganmu
Kemenangan semu yang tak abadi
Dunia bagai telah kau rengkuh
Semuanya, selamanya

Tapi kutahu
Kau angkuh dalam rapuhmu
Mencabik – cabik sendiri dalam sakit
Semakin kau tersenyum
Akan semakin sakit bagimu
Kau ingin berteriak
Memakiku
Mencakarku
Tapi kau tak mampu
Karena kekuasaan itu bukan di tanganmu

BULAN

BULAN
Oleh Rosita Anis

Bulan, sinarmu begitu terang
Bagai lampu dimalam hari
Kau terangi malam dengan sinarmu
Kau mandikan cahaya rembulan

Bulan, warnamu sangatlah cerah
Hingga tak ada yang mampu menandingimu
Kuingin bertanya, siapa penciptamu ?

Bulan, kini ku tahu kau anugrah sang kuasa
Ku ingin melayang tinggi bersamamu
Dan akan ku bawa pulang dirimu
Untuk menerangi tidurku dimalam gelap

BINTANG

BINTANG
Oleh Anugrah Sulung Hamsa

Saat malam mulai datang
Kau sambut ku dengan senyuman
Kau menyapa ku dengan binaran
Kau membuat ku terkesan
Dengan keindahan yang kau berikan

Dengan di temani Rembulan
Kau dengan bahagianya
Memikat pandangan
Ooh Bintang...

Cahaya mu begitu Indah
Senyuman mu sangatlah Ayu
Menemani malam Ku yang sendu
Membuatku menjadi semakin layu
Karena ku malu oleh Mu
Yang setia pada malam Mu

BUMI

BUMI
Oleh Annisa Nurul jannah

Bumi.....
Tempat makhluk hdp tinggal
Tempat di mana kaki berpijak
Yang membangun sbuah kehIdupan

Bumi.....
Di sinilah slruh makhluk tinggal
Di planet indah penuh kebahagian

Kini bumi tak seperti dulu
Penuh sampah & polusi
limbah pabrik di mana-mana yg merusak keindahanya

Sadarlah terhadap bumi
Krn di bumi kita tinggal
dan di bumi kita hidup

PERSAHABATAN ALAM

PERSAHABATAN ALAM
Oleh Siti

Dalam lingkar persahabatan
Timbul hasrat dalam setiap jiwa
Monumen laskar keistimewaan
Yang terus menggelembu

Taruhkan perasaan
Untul dapat terikat satu sama lain
Menanamkan....
Martilah-martilah ufuk kesepahaman

Yang akan memacu..
Kebersamaan abadi..
Mengunci rapat..
Jalinan kasih sayang
Di dalamnya..

Melangkah bersama..
Dan menggenggam senjata
Perdamaian dan keharmonisan
Untuk dapat menghadang
Ancaman yang dapat memecahnya
Inilah hidup..
Adanya persahabatan alam
Yang selalu mengikrarkan kaih sayang
Yang abadi...

BULAN

BULAN
Oleh Rosita Anis

Bulan, sinarmu begitu terang
Bagai lampu dimalam hari
Kau terangi malam dengan sinarmu
Kau mandikan cahaya rembulan

Bulan, warnamu sangatlah cerah
Hingga tak ada yang mampu menandingimu
Kuingin bertanya, siapa penciptamu ?

Bulan, kini ku tahu kau anugrah sang kuasa
Ku ingin melayang tinggi bersamamu
Dan akan ku bawa pulang dirimu
Untuk menerangi tidurku dimalam gelap

SUNGAI ITU DIDESAKU

SUNGAI ITU DIDESAKU
Oleh Noval Pramono

Berdendang pasir diangin kali
Kricik berisik sisik menyatu
Pantulkan cahya surya
Terstuktur rapi roma kehidupan

Tepimu indah, dalammu menawan
Kedung panjang dalam isi
Berkumpul anak sepulang sekolah
Tanpa pamit tanpa makan siang

Berdiri tebing menjulai
Betanam petani palawija
Sayur buahpun bertumpu padamu
Kaulah penyalur sumber kehidupan

Ya......
Kau kering ibuku merana
Kau deras kami bahagia
Ikan sayur kami jadi berbuah

Kau lah sumber untuk sumber
Dan kau ada di desaku
Ya....
Sungai itu di desaku.

DUKA SANG ALAM

DUKA SANG ALAM
Oleh Jarijemari Suechin

Malam pun merangkak hadir,,
bulan sembunyi menutup wajah lesu
di usap mndung yang sendu..
Tertanya seketika tentang hakikat putaran alam,,
penuh misteri menerbitkan ilusi yang menikam.

Kabar angin di langit pualam,,
sang penglipurlara bersenandung lagi,,
mengintai hati hati yang sunyi..gelisah, dan pasrah.

Sang unggas malam melemparkan harapan pada putaran waktu,,
bernyanyi riang bersama siulan alam.
kelip kelip si bintang kejora,,turut bermain mata pada senyuman malam.

Satu persatu menjadi pertanyaan... pada zikir alam yang penuh teka teki. akan sebuah nama ..azimat terpatri di relung ilusi,, tersimpan kukuh tanpa petanda.

Segala galanya menjadi kenangan,, memori sendu berwajah luka,,bermaharajalela di persada ingatan.

KARNAMU

KARNAMU
Oleh Sakira Elen

Kucoba melangkah...
Menghindar darimu
Kucoba pergi...
Tinggalkan dirimu
Walau itu semua tak berarti
Semua itu karna aku sayang padamu

Hari demi hari kulewati
Sakit hati kurasakan
Saat jauh darimu...
Rasa sayang ku makin berbeda
Rindu ini merasuki diriku

Tak kusangka...
Rasa ini tlah membuatku menjadi penghianat
Hanya karna perasaanku padamu
Bisa membuat persahabatan putus
Rasa salah semakin membuatku gelisah
Hari demi hari ku lewati dengan kecewa
Karnamu...

DUNIA TAK LAGI BERSAMAMKU

DUNIA TAK LAGI BERSAMAMKU
Oleh Aisyah Rianda Gewa

Pahit terasa
Sakit menusuk jiwa
Ingin rasanya pergi
Menyudahi hidup ini

Dikala semua tak dapat mengerti
Raga ini sudah tak sanggup berdiri
Lidah kelu tak ada suara
Jiwa sepi bagaikan raga tak bernyawa

Dunia menghantamku sekuat-kuatnya
Panggung sandiwara itu dimainkan
Ketika aktor memerankan perannya
Aku ditarik dan dicampakkan kedalamnya
Problematika ini sangat menghancurkanku

Anak polos yang tak tahu apa-apa
Ikut mengambil alih didalamnya
Semuanya ikut terasa
Rasa sakit tiada tara
Ketika aktor itu menancapkan pedangnya
Dunia terasa sangat kejam

Hatiku binasa …
Disaat ,..
Dunia tak lagi bersamaku

CATATANKU

CATATANKU
Oleh Niah Azzahra

Lembar cerita tlah ku tulis
Semua tentang hidup ku
walau mungkin tiada satu pun peduli

Kini tlah habis, catatan ku
suka duka ku juga air mata ku
seperti mentari yang terbenam
namun mungkin aku tak bisa terbit lagi

Andai masih ada selembar kertas lagi untuk ku tulis, aku kan tersenyum :)
mungkin hanya ini yang mampu ku urai
walau terlalu panjang cerita
namun terlalu singkat untuk ku bisa mengingat
semua terlalu indah untuk ku

Andai masih ada seberkas cerita lagi untuk ku bisa nikmati
akan teramat sulit untuk ku menutupnya
catatan ku.. Kan mengingatkan mu
bagaimana aku bahagia mengenal hidup
walau tiada yang peduli

Semua kan tertutup
mata ku, catatan ku juga semua tentangku
namun biarkanlah kenangan ku tetap terbit bersama matahari
menemani mu hingga . . Nanti

PERBEDAAN

PERBEDAAN
Oleh Putri

Tuhan,...
Aku sangat menyayangi nya,
Aku sangat mencintai nya,
Aku sangat merindukan nya,

Tuhan,...
Aku tak ingin berpisah dengan nya,
Aku tak ingin kehilangan nya,
Aku tak ingin pergi meninggalkan nya,

Tetapi,
Ini semua harus aku akhiri,
Bukan karena aku tak sayang lagi dengan nya,
Bukan karena aku tak cinta lagi dengan nya,
Tapi karena suatu perbedaan,
Perbedaan agama yang harus memisahkan ku dengan nya,.

KEMBALILAH

KEMBALILAH
Oleh Putri

Dulu,..
Dulu kau yang slalu ada untuk ku,
Dulu hanyalah kau yang bisa memahami ku,
Dulu kau yang mengerti aku,

Sekarang,..
Sekarang kau pergi meninggalkan ku,
Sekarang kau acuhkan aku,
Sekarang mungkin kau tak mengenal ku lagi,

Aku,..
Aku merindukan mu,
Aku yang slalu menginginkan mu,
Aku hanya ingin kamu kembali,
Kembali seperti DULU,..

MENCARI TUHAN

MENCARI TUHAN
Oleh Abuyamin, SP.

Kau pernah bilang ; 
I
“Tuhan………
Dimana….engkau !!!!!!
Dan dimana rumahMu..
Aku sedang mencari tuhan….”
Dan dia juga bilang ;

II
“Sebentar lagi aku akan datang…
Tetapi aku bukan tuhanmu
Aku datang dengan kedua sayap hitamku
Akan membawa kalian ke atas sana..”
Disana juga berteriak ;

III
“Malam ini telah memperkosa lubuk hati kita
Sambutlah malam kemenangan ini dengan kebahagiaan”
Dan dari sudut sana membaca kalimat takbir teriring musik sedarhana ; IV
“Allahu Akbar……
Allahu Akbar…….
Allahu akbar……..laailahaillallahu Allahu akbar..
Allahu akbar walillahilham…”

KURSI TUA

KURSI TUA
Oleh Abuyamin, SP.

Mau di Aapakan Lagi Dunia Ini?
Duduk manis mengutak atik dengan fikiran telanjangmu,
Apakah kau tak pernah berfikir?kursi emas yang engkau duduki itu adalah teriakan rakyat kecil!!
Apakah engkau tak pernah berfikir ?pakaianmu yang mewah dan sepatumu yang licin itu adalah air mata rakyatmu sendiri,

Engkau para penyulam otak kemarau.....
Yang kering dengan suatu kebodohan....
Tetapi engkau tak pernah melihat negeri ini...

Negeri ini sudah keruh dimana-mana terjadi rusuh.
Negeri ini sudah mulai tak berdaya,banyak kehilangan uang kertas.
Di tengah negeri ini............, engkau kibarkan bendera koruptor.
Sungguh terlalu.....

SURAT UNTUK IBU

SURAT UNTUK IBU
Oleh Abuyamin, SP.

Ibu......
Malam ini.....
Aku mencoba menjelajahi larutnya malam
yang sebentar lagi menjelang siang

Ibu......
Malam ini mataku terasa suram
Lantaran rinduku yang terpendam
Dan kurasakan belaian kasih sayangmu
Yang lewat tetesan air mata melinang

Ibu.....
Aku rindu dengan senyummu,
Aku rindu dengan dongengmu
Yang setiap malam kau ceritakan.

Ibu.....
Malam ini aku takut
Takut kehilangan kasih sayangmu.

ANTARA MIMPI DAN KENYATAAN

ANTARA MIMPI DAN KENYATAAN
Oleh Abuyamin, SP.

Kebisuan yang mencekam di antara suara-suara bising teriakan meriyam,,,,
Di hamparan bumi pertiwi…
Mengalir darah dan keringat para pejuang..
Ini peristiwa yang tidak bisa dilupakan..
Sampai anak cucu yang akan datang

Darrrr…….dierrrr……duuurrrrrrr…………

Seruan beribu – ribu peluru dan meriyam menghujani tanah air
Di seret …………..
Di tendang………….tubuhnya……… ..
Di rampas dan di bakar harta dan rumahnya……

Tangisan anak kecil memukul jiwa – jiwa yang kaku
"..ibu !!!.bapak kemana?????..kenapa ibu menangis..????"
"bapak…aku…takut…!!!!!!….ibu………….jangn kemana……….."
"……..ibu!!!! sampai kapan….kita….Seperti Ini…..?

Indonesiaku……….bangunlah dari tidur mu………….
Sembuhlah dari lukamu……….
Indonesia ku rebutlah kembali…………..
Semua hakmu yang di bawa pergi…….

Bernafaslah negeriku……….
Bernafaslah negeriku……….
Tangan kananmu mencekam sang mirah putih…..
Runcing bambu yang tak pernah lepas…………..
Dari semangatmu……….
Membisukan bunyi pestol dan geranatnya….
Mengusir menerjang dada singa manggala…..

Senyuman anak kecil mulai tersungging di bibirnya

"negeriku bebas dari para penjajah"
"negeriku terselimuti oleh sang mirah putih "

KEMARAU PANJANG

KEMARAU PANJANG
Oleh Abuyamin, SP.

Suatu hari......
Ketika aku mendatangi raja buta...
Ia berbisik-bisik....tentangmu.....
''dia p'nah mndaki gunung itu..''
Dan aku coba lagi bertanya pada orang gila,bliau menjawab.
''aku besok akan pergi mengejarnya di ujung gnung itu''

Setelah aku pulang dari istana biru itu...
ada seribu duri menjebakku
entah kemana aku harus menghindar diri...

Dengan tak sadar aku melihat kebukit itu....
perempuan yang selalu termangu
disebuah timur yang jauh di antara kelopak bunga dan matahari..
selalu gugur bersama datangnya kemarau.

LEPAS BERSAMA TIDURMU

LEPAS BERSAMA TIDURMU
Oleh Abuyamin, SP.

Kini malam telah tiba dan matahari mulai tiada…sayank….
Lepaskanlah dari dunia anganmu….
Segera lupakan kisah tentangku…..
Relakan atas kepergianku…..
Aku tak sanggup lagi melihatmu
Menari dengannya dibelakangku

Dan ..
Aku tak tahan melihatmu selalu sedih disampingku
Mungkin dia bisa membahagiakanmu selamanya
Melebihi apa yang aku berikan selama ini kepadamu

Aku mengerti hatimu berat melepaskanku
Karena bigung siapa yang harus kamu miliki
Terpaksa saja aku mengala dan pergi darimu
Semuga bahagia selamanya….

PRIMADONA YANG KEMBALI

PRIMADONA YANG KEMBALI
Oleh Reli Putra

Pertemuan ini begitu membuat ku
Seakan tak tau mau memulai rasa ini dari mana

Pesona jiwa mu
Lirikan mata yang anggun menaklukan hati ini
Selalu terpikir dalam benak bayangan raga ini
Yang Ingin memiliki mu selamanya

Kau inspirasi dalam jiwa
Insting hati yang mempesona
Yang membuat gejolak dalam dada
Primadona jiwa yang telah hilang ku temukan

Jangan pergi meski kau telah besama nya
Jangan kau hindari cinta suci yg bersemi kembali
Yakinkan hati ini akan selalu untuk mu

MALAM

MALAM
Oleh Jarijemari Suechin

Malam berlari tanpa irama,
Sayup berdendang gendang gemala,
Sunyi merayapi sukma pujangga,
Bergeser berlagu irama kesuma..

Perlahan malam pun berkata diam,
bersuara mencari suatu nuansa,
bercempera bersama abjad pencinta,
membunuh rasa sang perasa...

Lalu malam berlalu pergi,
bersama sajak bisu dan sepi,
terbiar hanyut tanpa pendayung,
dibunuh mati sang pengemudi.