Monday, February 24, 2014

Bertepuk sebelah tangan

Bertepuk sebelah tangan

aku tak ingin seperti ini,,
terjebak dalam rasa yang membuatku mati,
mati rasa dalam waktu yang lama,
seakan hati ini terpisah dari raganya,

aku benci,
benci dengan rasaku yang tak bisa memilih
cinta yang semestinya,
aku tak ingin,
membuang sisa rasaku pada orang yang salah,
yang hanya membuatku kecewa,
terluka memerikan lara,
tersudut dalam kesendirian dan kesepian,

aku benci,
benci rasaku,
rasa yang hanya ada pada diri ini,
rasa yang tak terbalas oleh dia,
dia yang membuat warna pelangi di hidupku,
dia yang membuatku nyaman dan mati,
dia yang mencipta semua rasa pada memori ku,

aku benci,
cintaku yang slalu bertepuk sebelah tangan…

Sunday, February 23, 2014

MIMPI-MIMPIKU TELAH USANG Oleh Fadila Furqon

MIMPI-MIMPIKU TELAH USANG
Oleh Fadila Furqon

Aku tlah jauh melangkah..
menapaki jalan setapak keluh kesahku,
melampaui batas alam sadarku,
menerobos masuk pada setiap ruang dalam imajinasiku..

Aku lelah,
tapi, belum menyerah dengan keadaan ini..
sekarang, aku hanyut terbawa arus kehidupan yang belum tentu menjanjikan,
terbuai berayun-ayun mengikuti baik buruk tingkah laku...

Aku bingung harus bagaimana mengisi kekosongan ini,
tertati diambang kebimbangan untuk menanti secercah harapan..
yang masih penuh dengan janji-janji manis yang tak bertanggung jawab..

Apa yang harus aku lakukan, kalau aku selalu dibiasakan dalam sebuah penantian..
terkadang ingin rasanya aku pergi jauh menjemput mimpi-mimpiku sendiri..
dan terbang bersamanya menyentuh awan dan bintang kesuksesanku..

Tapi, inilah mimpi-mimpiku,
terkurung dan terikat,
dalam sebuah kotak yang tlah usang.

PENANTIAN YANG TAK HENTI Oleh Putri Zulaiha

PENANTIAN YANG TAK HENTI
Oleh Putri Zulaiha

Tubuhku terpaku membisu
merasakan keheningan malam
hatiku terbang melayang ke bintang
melepaskan kesunyian pergi menuju bintang untuk menghibur kegundahan

Hari demi hari berlalu
tak sedikit ku temukan celah kehadiranmu
angin pun berhembus lalui aku
begitu pula hati ini menanti dirimu

Hatiku selalu berharap
kamu datang kembali menghampiriku
tuk menjadi sinar cahaya dalam kegelapanku
dan menjadi penghibur kepiluanku

MULAI MENGERTI Oleh Siti Nur Asiah

MULAI MENGERTI
Oleh Siti Nur Asiah

Aku perlahan mengerti
mengerti tentang semua kenyataan ini
awalnya ini sulit bagiku
bahkan aku enggan untuk mengerti
jangankan untuk mengerti
awalnya cari tahu pun aku tak ingin
namun kini semua terlihat jelas
aku memahaminya...

Dan insyaAllah aku akan menerimannya
ini kenyataan, sulit memang
namun waktu terus berputar tanpa henti
semua mengalami perubahan
dan aku yakin perlahan semua membaik
sama dengan apa yang aku harapkan

MY DESTINY Oleh Sadewa

MY DESTINY
Oleh Sadewa

Aku pernah berkata kau adalah segalanya
Kaulah my life and my destiny
Hanya kau wanita terindah dalam hidup ku
Mungkinkah kau ada rasa yang sama seperti aku

Andaikan semua itu benar
Dan hanya ada satu nama di hati mu itu aku
Tanpamu aku hanyalah sepotong kertas tak berisi
Auman auman hati yang hanya ingin dirimu hadir di setiapnya

Untukmu yang sangat ku cinta
Flowers is you my love and just in my hearth
Inilah ungkapan dari seorang pecintamu
Kutukan hatilah yang membuat aku berkata seperti ini

KEMBALIKAN SENYUM KAMI Oleh Beatrix Cendana

KEMBALIKAN SENYUM KAMI
Oleh Beatrix Cendana

Alam merintih. .
Seakan tak pernah berakhir. .
Dan haruskah terus terulang?
Saat kesadaran terhenti,
Menguji jiwa yang sehat namun...
Sia-sia yang diharapkan tak pernah kembali. .
Sekarang bisakah kau hentikan harapan itu?

Jangan. .
Kami di sini masih berharap...
terus berharap untuk membuat harapan baru.
Hapuslah asa kami. .
Biarkan kami menyatu seperti dahulu kala..
di mana alam yang asri
tiadalah kepedihan..

Bagaikan sepucuk daun yang jatuh dari pohonnya.
Seperti inilah kehidupan kami.
Bisakah kau kembalikan senyum kami yang sempat sirna?
Bukankah senyum kami cerminan kebahagiaan dunia?
Dengarkan..
walau hanya sedetik saja..

GERSANG JIWA Oleh Ahmad Sururi

GERSANG JIWA
Oleh Ahmad Sururi

Hampa nan tandus,,,
Bagai ladang hati yang tak
terurus,,,,,,
Kering dan nyaring tak memberi
arti khusus,,,,
Hanya nyanyian hama yang begitu
rakus,,,,

Menebarkan debu-debu keputus
asaan,,,,,
Dalam tarian ilalang di kemarau
panjang,,,,
Di kepingan hati yang terhapus
penyesalan,,,,
Akan gersangnya nurani yang rindu
siraman hujan,,,,

Mungkinkah datang setetes air
kedamaian,,,,,
Menumbuhkan mimpi yang mati
kekeringan,,,,,
Menyibak senyum kehidupan yang
mulai terlupakan,,,,,
Karena kosongnya sebuah
penantian,,,,,

Ataukah kemarau kan tetap
panjang,,,,,
Membunuh kesucian jiwa yang mulai
hilang,,,,,
Menerjang keraguan akan kehidupan
masa depan,,,,,
Menghembuskan angin
kebimbangan,,,,

Hingga akhirnya di gersangya jiwa
ku ukir cerita,,,,,
Bersama setetes do'a untuk Sang
pencipta,,,,,
Semoga hujan turun di malam yang
hampa,,,,,
Menyejukkan untaian sukma
nestapa,,,,,

*al harokah ilal barokah,
___dh3___

AKU DAN DUNIAKU Oleh Mohamad Fajar Ramadan

AKU DAN DUNIAKU
Oleh Mohamad Fajar Ramadan

Mata adalah kamera
Yang menyisipkan cerita kedalam kenangan
Tapi siapa tau angin hanya bisa melayang
Terbang kesini kemari tanpa membawa kenangan
Diriku semakin terpaku ke dalam bumi
Setelah jeritan,siksaan,dan kematian itu
yang sering terbayang saat memejamkan mata
Bila saja jeritan itu adalah aku
Mungkin tak selembar pun rambut yang aku persembahkan
Kepada cahaya yang sering tertukar dengan kegelapan
Tapi mataku tak meleset menatap
Engkau adalah sendiri yang kesepian
Dan mengamuk dalam kesepian
Kau tumpah kan karma terhadap kami
Kau angin,lautan,air,daratan,gunung,langit,jagadraya
Yang seakan akan menyiksa kami
Kami disini seperti korban nazi saat itu
Tapi siapa sangka orang akan menolong
Aku ini kan hanya binatang tersisihkan dari umatnya
Aku hanya menunggu setiap detiknya melewatiku
Dan aku percaya aku adalah dunia
Aku menunggu perutaran waktu berbalik arah dalam hidup

MENUNGGUMU

MENUNGGUMU
Oleh Lily Arief K

Ketika kita menjalin hubungan mesra seperti dahulu
Aku selalu membuat mu marah
Aku selalu membuat mu sedih
Aku selalu membuat mu terjatuh

Tapi kamu....
Selalu membuat ku senang
Selalu memberi semangat ku
Selalu membuat ku bangkit

Namun kini ku sendiri.
Aku berharap kau kembali
Memeluk ku lagi
Dan menjalin cinta kasih untuk selamanya

Aku akan menunggumu.....
Menantimu......
Menantimu.....
Sampai kapanpun

RASAKU

RASAKU
Oleh Putri Fauziah

Menangis, menjeritku dalam kehampaan
Mengais bongkahan cerita yang hampir terhapus waktu
Bila memang ku berkuasa atas bumi ini, waktu ini dan kesempatan ini
Aku ingin kembali menyusun cerita bahagia dengan sang mentari
Mengepakkan sayap menuju lazuardi
Tapi kini... mentariku telah berlari
mencari sesuatu tanpaku dan memang takkan pernah denganku
Ya, dia datang sesaat dan pergi untuk selamanya
Bak fatamorgana di siang hari
Kukejar,
Lalu kecil,
Lalu hilang,
Tenggelam,
Aku terjatuh,
Aku terseok,
Kecewa
Mentariku... harapanku tertumpu padamu
Apatah kau tak merasakannya
Apatah kau tak menghiraukan segenap jiwa yang Kukerahkan hanya untukmu?
Mentari...
Dalam hampa ku berlutut
Berharap kau bisa membalasnya

APAKAH

APAKAH
Oleh Agatha Onnasandevi Ratuwangi

Apakah aku berlalu terlalu cepat
Jika aku tlah menunggu terlalu lama
Apakah semuanya benar terjadi
Jika yang kuinginkan hanyalah angan belaka

Dan layakkan embun datang
Saat itulah dirimu pergi
Kemana aku harus mencari
JIka sudah tak ada sinar mentari

Apakah masih mungkin tenaga seperti naga
Yang liar bersama nafas api
Bersedia mencarimu walau bukit yang kubakar
Jua mentari menjadi persediaan nafasku

Dan apakah masih mungkin dirimu disana
Ditempat elok tanpa hujaman salju
Dengan sisaku yang berevolusi dalam diam
Tuk jadi kumbang lemah mencari kembang

Lalu kutemukan kau
Bersama kupu indah tanpa celah
Mendampingimu dalam kelam kalbu


Onnasan, 2 Februari 2014

KERINDUAN YANG ABADI

KERINDUAN YANG ABADI
Oleh Radha Amirah

Dalam hening hatiku berbisik namamu
Dalam kesunyian ini, kaulah yang ku tau
Ingin kumendengar canda tawa mu
Namun sekarang tlah hilang dalam kalbu

Sekarang waktu pun belum tau
Kapan aku bisa bertemu denganmu?
Kapan rasa rindu ini kan berlalu
Hingga waktu itu kan tiba aku kan menunggu

Hingga rasa rindu itu menghantui
Aku tak tau haru melakukan apa
Kabarmu saja aku masih ingin mencari
Apa lagi bertemu dengannya

Lelah, letih, dimana aku harus mencari
Sekedar pengorbanan kan aku beri
Dan hingga aku mati
Takkan ku biarkan kau pergi

SIA-SIA

SIA-SIA
Oleh Kangsugali Deka


Sepatah kata buat tercinta
Alunan sairku taklagi indah
Melambai angan benak dan jiwa
Hati menangis buatku gundah.

Kasihku pendar buat tercinta
Melayang sungguh tiada berguna
Menunggu bulan jatuh jeriba
Penantianku berbuah hampa.

Namun bulan begitu indah
Sedang aku gelap gulita
Pantaslah aku selalu merana
Cahaya bulan amat sempurna.

Hening malam terus mendera
Kasihku terkubur bersama duka
Sajak kecilku bertema cinta
Namun derita temani jua.

-Kangsugali Dekangean-

CINTAKU JAUH DI PULAU

CINTAKU JAUH DI PULAU
Oleh Khairil Anwar

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

1946

SENJA DI PELABUHAN KECIL

SENJA DI PELABUHAN KECIL
Buat Sri Ajati
Oleh Chairil Anwar


Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap


1946


RUMAHKU

RUMAHKU
Oleh Chairil Anwar

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Kaca jernih dari segala nampak

Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Dipagi terbang entah kemana

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Disini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
jika menagih yang satu

DERAI DERAI CEMARA

DERAI DERAI CEMARA
Oleh Charil Anwar

Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

Saturday, February 22, 2014

Ka Naseb Loen,,,,

Ka Naseb Loen,,,,
 
Kala malam datang
Aku takut akan gelap
Kala siang datang
Kutakut akan cahaya terang
Ya…..itulah sang fajar
yang katanya selalu memberikan cahaya
namun kenapa luka yang kudapat?
kenapa dia selalu lari bila kukejar???
Apa salahku…
Ketika lukaku sembuh
Seseorang mulai melunakkan hatiku
dia datang lagi….

Lumat

Lumat
 
ada banyak malam saat aku menangisimu
menangisi ketiadaanmu dan meneriaki gelap yang tak turut menghisapku
tumpah bukan kata terbaik untuk menggambarkan ruah air mataku
jiwaku hancur..
lantak dalam liatan gelombang tertinggi
ada banyak sesal yang ingin kukatakan padamu’
dan banyak maaf yang tak akan terdengar lagi olehmu
tapi di atas tumpukan rasa yang semakin membuatku gila

Karena Keluhku itu Cinta

Karena Keluhku itu Cinta
 
tiap hari selalu dimulai dengan keluhan.
hari ini tentang itu, esoknya tentang si itu, lusanya tentang yang itu.
berulang bagai benang kusut yang tak mampu dilihat ujungnya.
dia mengeluh,
aku berusaha memberi sepenggal kalimat bijak.
dia mengeluh lagi,
ku beri lagi senyuman dan usapan pada punggungnya.
Purnama di bulan Mei
sebuah jepit rambut
bermotif ukiran hati
kau selipkan di rambutku
sejenak…
sebelum kau beranjak
tak bisa berkata
aku pun terdiam dalam gelisah
tapi, isakan hati tak bisa kututupi
Seperti rembulan yang merengkhuh malam
terangi hati berpayung cendawan hitam
kau ikrarkan akan kembali
dalam satu sasi

Selamat Ultah, Mak….!!!

Selamat Ultah, Mak….!!!
 
Terbangun aku dari mimpi sisa tidurku
lalu memungut kata yang tercecer semalam
kata yang tersusun dari muntah kerinduan
dan kata yang tak sempat aku peluk
hingga merekah dalam kesedihan
Terima kasih Tuhan kau beri batas antara aku dan dirinya
hingga aku sadar betapa pentingnya kasih sayang

Kelu

Kelu
 
hanya diam yang aku punya
saat seribu pertanyaan menderaku
tersudut pada keadaan
dan waktu terus menyeretku
aku masih saja diam
satu persatu memaksaku berbicara
namun aku hanya bisa diam
biarkan pertanyaan ini tetap,
menjadi pertanyaan selamanya
mengeja lewat sorot mata
serta likuk raut wajah
dan tak akan satu kata pun keluar

Karena Aku masih Cinta

Karena Aku masih Cinta
 
aku berdoa untukmu dari hatiku
dari hati yang pernah kau sentuh
dan selalu ingin menyentuhmu
semoga abadi bahagiamu
semoga tangan yang ingin kau genggam menyambutmu
semoga aroma yang kau rindukan dapat kau hirup
dan semoga hati yang ingin kau peluk mencintaimu selamanya

Masa Biru

Masa Biru
 
Ku memandang langit biru
biru kelabu seperti hatiku
teringat bayang masa lalu
tentang cerita yang biru
menisik derita yang tak berlalu
tinggalkan luka sendu
hanya hati ingin berseru
dari hati yang bertalu talu
lepaskan ingatanku
tentang cerita masa lalu

Sesalku

Sesalku
 
tersesal…..
ku melihat tubuh lusuh di pembaringan
wanita yang begitu di muliakan
yang dulu begitu ceria dan tegar
kini terbaring tidak berdaya
begitu besar dosaku padamu
semakin terasa sesak di dada

Aku Bukan Burung,

Aku Bukan Burung,
 
Aku bukanlah seekor burung
Dengan kedua sayapku
Aku bisa langsung melesat ke angkasa luas
Tanpa aku merasa takut akan terjatuh
Aku bukanlah seekor burung
Yang bisa terbang melintasi dunia
Sejauh yang aku inginkan
Kemanapun aku pergi
Aku bukanlah seekor burung
Yang bebas bertengger dimana saja
Dan pergi kapan saja
Sesuka hatiku

Hanya Aku dan Kamu

Hanya Aku dan Kamu
 
kerinduan mengusik malam-malamku
berkawan asa yang terpendam
rasaku merasuk kalbu
ingatanku terus melayang,
berharap akan kehadiranmu
aku yang menunggumu
bertahan pada hati yang tak lagi tegar
di persimpangan hatiku
aku mau kamu kembali
menatapku tidak untuk terakhir kali
menemaniku bersama waktu
merajut kasih bersama, berdua
hanya aku dan kamu

Kampret….!!

Kampret….!!
 
semua mudah berkata cinta,
semua mudah berucap sayang,
namun apa arti cinta tanpa kenyataan
pengkhianatan kau berikan
t’lah tertanam dalam hatiku yang paling dasar,
sakit,
perih,
hingga ku membisu dan terdiam,
cukup sampai sini harapan itu tersimpan,
daun yang hijau kini telah menguning dan tak mungkin berseri kembali
Kampreeeeeett….!!!

Jika Dia Cinta

Jika Dia Cinta
 
jika dia sebuah cinta,
dia tak hanya mendengar,
melainkan senantiasa bergetar
jika dia sebuah cinta,
dia tak mungkin buta,
melainkan senantiasa melihat dan merasakan apa yang kita rasakan
jika dia sebuah cinta,
dia tak akan membuat kita sedih,
melainkan senantiasa akan membuat kita bahagia

Nyanyian Sumbang

Nyanyian Sumbang
 
dengarkan itu….
bila kau tak terdengar
coba buka lagi telingamu
Apakah sudah terdengar olehmu ???
Coba buka hatimu
Tengoklah sekeliling
Kau akan tahu
Kau akan mendengarnya
Rintihan anak – anak bangsa
Aku tahu
Suara kehidupanmu
dan suara kehidupan mereka
tak serirama
suara kehidupan mereka sumbang
berbeda dengan suara kehidupanmu
yang begitu harmonis

Gulana sedu

Gulana sedu
 
Bayanganku tak mau lepas juga dariku
Lelah aku diikuti olehnya
Aku ingin bebas
Bebas tanpa ada satupun yang mengikatku…
Aku ingin lari
Sendiri…
Merasakan heningnya kehampaan…
Di tengah kesedihanku.
Aarghh…nikmatnya…
Bagai meneguk segelas air ditengah kemarau
Bagai melihat pelangi setelah hujan
Bagai oase ditengah gurun pasir
Bahagia…
Ya…

Kita dan Batu

Kita dan Batu
 
Apakah hanya angkuh
Terukir di wajah kita berdua
Dan tampak kukuh
Di mana antara kita berada
Di depan mata
Namun tanpa senda

Kalaupun harus…

Kalaupun harus…
 
Kalau harus menjadi debu
aku akan menjadi debu bagimu
seperti juga awan yang tak pernah jemu menaklukkan matahari
andai saja angin tahu, bahwa badai jua tak kunjung turun dari tahta
menikam nurani mereka
mereka yang bersujud di bumi, meraung, dan berteriak kebenaran
Jika perahu tidak bisa berjalan.
Semoga bukan sebab layar sengaja diturunkan.
Melainkan akibat musim tanpa angin.
Dengan demikian…
ada kesempatan bagi hati dan lengan
untuk mengayuh dayung agar perahu sampai.

Surat Reformis

Surat Reformis
 
kepada yang terhormat
di sana!
kepada perwakilan yang
memegang janji!
tiap detik berlalu bombastis
tak sanggup kami menggapaimu
melihat apalagi memakan bagianmu
tak disini juga disana
berdoa pun kami tak sanggup
tapi, kini
kau bagai dewa yang menunggu giliran
dilemparkan!

Doaku tiba tiba

Doaku tiba tiba
 
Ini hanyalah seuntai doa
Mengantarku menuju alam mimpi
Adalah sisipan kata untuk yang terasa
Nyata sejak pertama hingga tak ada akhirnya
“Ketika mentari tiba, kuharap masih ada
Asa yang tak berujung tentang dirimu
Sejak pertama kau berikan mata padaku
Impian tentang bayangmu
Hingga kini masih kuharap menjadi nyata”

Mencari Cahaya

Mencari Cahaya
 
Gelisah menjelma dibilik-bilik jiwa
Mengurung ribuan kisah
Sampai nyaris sesak tak bisa bernapas
rentang waktu yang berlarian
Masih saja tak bisa ku ajak bicara
Tentang letih yang sering kali singgah
Membiarkanku mengeja setiap peristiwa
melapal satu demi satu sejarah diri
maka temukanlah aku dalam sunyi

CINTA CANTIK

CINTA CANTIK
 
ciptaan yang terindah untukku
senyum tipis di ujung bibir
mata sayu lembut merajuk
masa lalu kelam kau jalani
tapi kejujuran menumbuhkan cinta dihatiku
kerinduan selalu kau datangkan dihariku
cintamu memilih sisi lain dihidupku
dirimu….
langkah pertama ku tahu bercinta
langkah kedua ku di jalan cinta
memulai awal lagi untuk yang terakhir
semua untukmu

Gundah

Gundah
 
Jika hatimu terasa gundah
Berbaringlah dalam kesunyianmu
Jika hatimu tak lekas cerah
Pejamkan matamu dan tidurlah
Bawa dirimu terbang dan melayang
Dalam indah dunia mimpi
Jika hatimu t’lah riang
Buka mata dan bangkitlah dari mimpimu
Karena ada orang-orang yang menantimu

KEMENANGAN

KEMENANGAN
Kau angkat wajah menantang langit
Tersenyum sinis dalam kemenanganmu
Kemenangan semu yang tak abadi
Dunia bagai telah kau rengkuh
Semuanya, selamanya

Tapi kutahu
Kau angkuh dalam rapuhmu
Mencabik – cabik sendiri dalam sakit
Semakin kau tersenyum
Akan semakin sakit bagimu
Kau ingin berteriak
Memakiku
Mencakarku
Tapi kau tak mampu
Karena kekuasaan itu bukan di tanganmu

BULAN

BULAN
Oleh Rosita Anis

Bulan, sinarmu begitu terang
Bagai lampu dimalam hari
Kau terangi malam dengan sinarmu
Kau mandikan cahaya rembulan

Bulan, warnamu sangatlah cerah
Hingga tak ada yang mampu menandingimu
Kuingin bertanya, siapa penciptamu ?

Bulan, kini ku tahu kau anugrah sang kuasa
Ku ingin melayang tinggi bersamamu
Dan akan ku bawa pulang dirimu
Untuk menerangi tidurku dimalam gelap

BINTANG

BINTANG
Oleh Anugrah Sulung Hamsa

Saat malam mulai datang
Kau sambut ku dengan senyuman
Kau menyapa ku dengan binaran
Kau membuat ku terkesan
Dengan keindahan yang kau berikan

Dengan di temani Rembulan
Kau dengan bahagianya
Memikat pandangan
Ooh Bintang...

Cahaya mu begitu Indah
Senyuman mu sangatlah Ayu
Menemani malam Ku yang sendu
Membuatku menjadi semakin layu
Karena ku malu oleh Mu
Yang setia pada malam Mu

BUMI

BUMI
Oleh Annisa Nurul jannah

Bumi.....
Tempat makhluk hdp tinggal
Tempat di mana kaki berpijak
Yang membangun sbuah kehIdupan

Bumi.....
Di sinilah slruh makhluk tinggal
Di planet indah penuh kebahagian

Kini bumi tak seperti dulu
Penuh sampah & polusi
limbah pabrik di mana-mana yg merusak keindahanya

Sadarlah terhadap bumi
Krn di bumi kita tinggal
dan di bumi kita hidup

PERSAHABATAN ALAM

PERSAHABATAN ALAM
Oleh Siti

Dalam lingkar persahabatan
Timbul hasrat dalam setiap jiwa
Monumen laskar keistimewaan
Yang terus menggelembu

Taruhkan perasaan
Untul dapat terikat satu sama lain
Menanamkan....
Martilah-martilah ufuk kesepahaman

Yang akan memacu..
Kebersamaan abadi..
Mengunci rapat..
Jalinan kasih sayang
Di dalamnya..

Melangkah bersama..
Dan menggenggam senjata
Perdamaian dan keharmonisan
Untuk dapat menghadang
Ancaman yang dapat memecahnya
Inilah hidup..
Adanya persahabatan alam
Yang selalu mengikrarkan kaih sayang
Yang abadi...

BULAN

BULAN
Oleh Rosita Anis

Bulan, sinarmu begitu terang
Bagai lampu dimalam hari
Kau terangi malam dengan sinarmu
Kau mandikan cahaya rembulan

Bulan, warnamu sangatlah cerah
Hingga tak ada yang mampu menandingimu
Kuingin bertanya, siapa penciptamu ?

Bulan, kini ku tahu kau anugrah sang kuasa
Ku ingin melayang tinggi bersamamu
Dan akan ku bawa pulang dirimu
Untuk menerangi tidurku dimalam gelap

SUNGAI ITU DIDESAKU

SUNGAI ITU DIDESAKU
Oleh Noval Pramono

Berdendang pasir diangin kali
Kricik berisik sisik menyatu
Pantulkan cahya surya
Terstuktur rapi roma kehidupan

Tepimu indah, dalammu menawan
Kedung panjang dalam isi
Berkumpul anak sepulang sekolah
Tanpa pamit tanpa makan siang

Berdiri tebing menjulai
Betanam petani palawija
Sayur buahpun bertumpu padamu
Kaulah penyalur sumber kehidupan

Ya......
Kau kering ibuku merana
Kau deras kami bahagia
Ikan sayur kami jadi berbuah

Kau lah sumber untuk sumber
Dan kau ada di desaku
Ya....
Sungai itu di desaku.

DUKA SANG ALAM

DUKA SANG ALAM
Oleh Jarijemari Suechin

Malam pun merangkak hadir,,
bulan sembunyi menutup wajah lesu
di usap mndung yang sendu..
Tertanya seketika tentang hakikat putaran alam,,
penuh misteri menerbitkan ilusi yang menikam.

Kabar angin di langit pualam,,
sang penglipurlara bersenandung lagi,,
mengintai hati hati yang sunyi..gelisah, dan pasrah.

Sang unggas malam melemparkan harapan pada putaran waktu,,
bernyanyi riang bersama siulan alam.
kelip kelip si bintang kejora,,turut bermain mata pada senyuman malam.

Satu persatu menjadi pertanyaan... pada zikir alam yang penuh teka teki. akan sebuah nama ..azimat terpatri di relung ilusi,, tersimpan kukuh tanpa petanda.

Segala galanya menjadi kenangan,, memori sendu berwajah luka,,bermaharajalela di persada ingatan.

KARNAMU

KARNAMU
Oleh Sakira Elen

Kucoba melangkah...
Menghindar darimu
Kucoba pergi...
Tinggalkan dirimu
Walau itu semua tak berarti
Semua itu karna aku sayang padamu

Hari demi hari kulewati
Sakit hati kurasakan
Saat jauh darimu...
Rasa sayang ku makin berbeda
Rindu ini merasuki diriku

Tak kusangka...
Rasa ini tlah membuatku menjadi penghianat
Hanya karna perasaanku padamu
Bisa membuat persahabatan putus
Rasa salah semakin membuatku gelisah
Hari demi hari ku lewati dengan kecewa
Karnamu...

DUNIA TAK LAGI BERSAMAMKU

DUNIA TAK LAGI BERSAMAMKU
Oleh Aisyah Rianda Gewa

Pahit terasa
Sakit menusuk jiwa
Ingin rasanya pergi
Menyudahi hidup ini

Dikala semua tak dapat mengerti
Raga ini sudah tak sanggup berdiri
Lidah kelu tak ada suara
Jiwa sepi bagaikan raga tak bernyawa

Dunia menghantamku sekuat-kuatnya
Panggung sandiwara itu dimainkan
Ketika aktor memerankan perannya
Aku ditarik dan dicampakkan kedalamnya
Problematika ini sangat menghancurkanku

Anak polos yang tak tahu apa-apa
Ikut mengambil alih didalamnya
Semuanya ikut terasa
Rasa sakit tiada tara
Ketika aktor itu menancapkan pedangnya
Dunia terasa sangat kejam

Hatiku binasa …
Disaat ,..
Dunia tak lagi bersamaku

CATATANKU

CATATANKU
Oleh Niah Azzahra

Lembar cerita tlah ku tulis
Semua tentang hidup ku
walau mungkin tiada satu pun peduli

Kini tlah habis, catatan ku
suka duka ku juga air mata ku
seperti mentari yang terbenam
namun mungkin aku tak bisa terbit lagi

Andai masih ada selembar kertas lagi untuk ku tulis, aku kan tersenyum :)
mungkin hanya ini yang mampu ku urai
walau terlalu panjang cerita
namun terlalu singkat untuk ku bisa mengingat
semua terlalu indah untuk ku

Andai masih ada seberkas cerita lagi untuk ku bisa nikmati
akan teramat sulit untuk ku menutupnya
catatan ku.. Kan mengingatkan mu
bagaimana aku bahagia mengenal hidup
walau tiada yang peduli

Semua kan tertutup
mata ku, catatan ku juga semua tentangku
namun biarkanlah kenangan ku tetap terbit bersama matahari
menemani mu hingga . . Nanti

PERBEDAAN

PERBEDAAN
Oleh Putri

Tuhan,...
Aku sangat menyayangi nya,
Aku sangat mencintai nya,
Aku sangat merindukan nya,

Tuhan,...
Aku tak ingin berpisah dengan nya,
Aku tak ingin kehilangan nya,
Aku tak ingin pergi meninggalkan nya,

Tetapi,
Ini semua harus aku akhiri,
Bukan karena aku tak sayang lagi dengan nya,
Bukan karena aku tak cinta lagi dengan nya,
Tapi karena suatu perbedaan,
Perbedaan agama yang harus memisahkan ku dengan nya,.

KEMBALILAH

KEMBALILAH
Oleh Putri

Dulu,..
Dulu kau yang slalu ada untuk ku,
Dulu hanyalah kau yang bisa memahami ku,
Dulu kau yang mengerti aku,

Sekarang,..
Sekarang kau pergi meninggalkan ku,
Sekarang kau acuhkan aku,
Sekarang mungkin kau tak mengenal ku lagi,

Aku,..
Aku merindukan mu,
Aku yang slalu menginginkan mu,
Aku hanya ingin kamu kembali,
Kembali seperti DULU,..

MENCARI TUHAN

MENCARI TUHAN
Oleh Abuyamin, SP.

Kau pernah bilang ; 
I
“Tuhan………
Dimana….engkau !!!!!!
Dan dimana rumahMu..
Aku sedang mencari tuhan….”
Dan dia juga bilang ;

II
“Sebentar lagi aku akan datang…
Tetapi aku bukan tuhanmu
Aku datang dengan kedua sayap hitamku
Akan membawa kalian ke atas sana..”
Disana juga berteriak ;

III
“Malam ini telah memperkosa lubuk hati kita
Sambutlah malam kemenangan ini dengan kebahagiaan”
Dan dari sudut sana membaca kalimat takbir teriring musik sedarhana ; IV
“Allahu Akbar……
Allahu Akbar…….
Allahu akbar……..laailahaillallahu Allahu akbar..
Allahu akbar walillahilham…”

KURSI TUA

KURSI TUA
Oleh Abuyamin, SP.

Mau di Aapakan Lagi Dunia Ini?
Duduk manis mengutak atik dengan fikiran telanjangmu,
Apakah kau tak pernah berfikir?kursi emas yang engkau duduki itu adalah teriakan rakyat kecil!!
Apakah engkau tak pernah berfikir ?pakaianmu yang mewah dan sepatumu yang licin itu adalah air mata rakyatmu sendiri,

Engkau para penyulam otak kemarau.....
Yang kering dengan suatu kebodohan....
Tetapi engkau tak pernah melihat negeri ini...

Negeri ini sudah keruh dimana-mana terjadi rusuh.
Negeri ini sudah mulai tak berdaya,banyak kehilangan uang kertas.
Di tengah negeri ini............, engkau kibarkan bendera koruptor.
Sungguh terlalu.....

SURAT UNTUK IBU

SURAT UNTUK IBU
Oleh Abuyamin, SP.

Ibu......
Malam ini.....
Aku mencoba menjelajahi larutnya malam
yang sebentar lagi menjelang siang

Ibu......
Malam ini mataku terasa suram
Lantaran rinduku yang terpendam
Dan kurasakan belaian kasih sayangmu
Yang lewat tetesan air mata melinang

Ibu.....
Aku rindu dengan senyummu,
Aku rindu dengan dongengmu
Yang setiap malam kau ceritakan.

Ibu.....
Malam ini aku takut
Takut kehilangan kasih sayangmu.

ANTARA MIMPI DAN KENYATAAN

ANTARA MIMPI DAN KENYATAAN
Oleh Abuyamin, SP.

Kebisuan yang mencekam di antara suara-suara bising teriakan meriyam,,,,
Di hamparan bumi pertiwi…
Mengalir darah dan keringat para pejuang..
Ini peristiwa yang tidak bisa dilupakan..
Sampai anak cucu yang akan datang

Darrrr…….dierrrr……duuurrrrrrr…………

Seruan beribu – ribu peluru dan meriyam menghujani tanah air
Di seret …………..
Di tendang………….tubuhnya……… ..
Di rampas dan di bakar harta dan rumahnya……

Tangisan anak kecil memukul jiwa – jiwa yang kaku
"..ibu !!!.bapak kemana?????..kenapa ibu menangis..????"
"bapak…aku…takut…!!!!!!….ibu………….jangn kemana……….."
"……..ibu!!!! sampai kapan….kita….Seperti Ini…..?

Indonesiaku……….bangunlah dari tidur mu………….
Sembuhlah dari lukamu……….
Indonesia ku rebutlah kembali…………..
Semua hakmu yang di bawa pergi…….

Bernafaslah negeriku……….
Bernafaslah negeriku……….
Tangan kananmu mencekam sang mirah putih…..
Runcing bambu yang tak pernah lepas…………..
Dari semangatmu……….
Membisukan bunyi pestol dan geranatnya….
Mengusir menerjang dada singa manggala…..

Senyuman anak kecil mulai tersungging di bibirnya

"negeriku bebas dari para penjajah"
"negeriku terselimuti oleh sang mirah putih "

KEMARAU PANJANG

KEMARAU PANJANG
Oleh Abuyamin, SP.

Suatu hari......
Ketika aku mendatangi raja buta...
Ia berbisik-bisik....tentangmu.....
''dia p'nah mndaki gunung itu..''
Dan aku coba lagi bertanya pada orang gila,bliau menjawab.
''aku besok akan pergi mengejarnya di ujung gnung itu''

Setelah aku pulang dari istana biru itu...
ada seribu duri menjebakku
entah kemana aku harus menghindar diri...

Dengan tak sadar aku melihat kebukit itu....
perempuan yang selalu termangu
disebuah timur yang jauh di antara kelopak bunga dan matahari..
selalu gugur bersama datangnya kemarau.

LEPAS BERSAMA TIDURMU

LEPAS BERSAMA TIDURMU
Oleh Abuyamin, SP.

Kini malam telah tiba dan matahari mulai tiada…sayank….
Lepaskanlah dari dunia anganmu….
Segera lupakan kisah tentangku…..
Relakan atas kepergianku…..
Aku tak sanggup lagi melihatmu
Menari dengannya dibelakangku

Dan ..
Aku tak tahan melihatmu selalu sedih disampingku
Mungkin dia bisa membahagiakanmu selamanya
Melebihi apa yang aku berikan selama ini kepadamu

Aku mengerti hatimu berat melepaskanku
Karena bigung siapa yang harus kamu miliki
Terpaksa saja aku mengala dan pergi darimu
Semuga bahagia selamanya….

PRIMADONA YANG KEMBALI

PRIMADONA YANG KEMBALI
Oleh Reli Putra

Pertemuan ini begitu membuat ku
Seakan tak tau mau memulai rasa ini dari mana

Pesona jiwa mu
Lirikan mata yang anggun menaklukan hati ini
Selalu terpikir dalam benak bayangan raga ini
Yang Ingin memiliki mu selamanya

Kau inspirasi dalam jiwa
Insting hati yang mempesona
Yang membuat gejolak dalam dada
Primadona jiwa yang telah hilang ku temukan

Jangan pergi meski kau telah besama nya
Jangan kau hindari cinta suci yg bersemi kembali
Yakinkan hati ini akan selalu untuk mu

MALAM

MALAM
Oleh Jarijemari Suechin

Malam berlari tanpa irama,
Sayup berdendang gendang gemala,
Sunyi merayapi sukma pujangga,
Bergeser berlagu irama kesuma..

Perlahan malam pun berkata diam,
bersuara mencari suatu nuansa,
bercempera bersama abjad pencinta,
membunuh rasa sang perasa...

Lalu malam berlalu pergi,
bersama sajak bisu dan sepi,
terbiar hanyut tanpa pendayung,
dibunuh mati sang pengemudi.

DUKA SANG ALAM

DUKA SANG ALAM
Oleh Jarijemari Suechin

Malam pun merangkak hadir,,
bulan sembunyi menutup wajah lesu
di usap mndung yang sendu..
Tertanya seketika tentang hakikat putaran alam,,
penuh misteri menerbitkan ilusi yang menikam.

Kabar angin di langit pualam,,
sang penglipurlara bersenandung lagi,,
mengintai hati hati yang sunyi..gelisah, dan pasrah.

Sang unggas malam melemparkan harapan pada putaran waktu,,
bernyanyi riang bersama siulan alam.
kelip kelip si bintang kejora,,turut bermain mata pada senyuman malam.

Satu persatu menjadi pertanyaan... pada zikir alam yang penuh teka teki. akan sebuah nama ..azimat terpatri di relung ilusi,, tersimpan kukuh tanpa petanda.

Segala galanya menjadi kenangan,, memori sendu berwajah luka,,bermaharajalela di persada ingatan.

Thursday, February 20, 2014

KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG

KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG
Puisi Emha Ainun Najib

Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar

Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya

Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis

Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali

Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya

Sembahyang di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun

Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy sembilan puluh sembilan
 
1987

DARI BENTANGAN LANGIT

DARI BENTANGAN LANGIT  
Puisi Emha Ainun Najib

Dari bentangan langit yang semu
Ia, kemarau itu, datang kepadamu
Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang
Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan
menyapu hutan !
Mengekal tanah berbongkahan !
datang kepadamu, Ia, kemarau itu
dari Tuhan, yang senantia diam
dari tangan-Nya. Dari Tangan yang dingin dan tak menyapa
yang senyap. Yang tak menoleh barang sekejap.
 
Antologi Puisi XIV Penyair Yogya, MALIOBORO,
1997

DOA SEHELAI DAUN KERING

DOA SEHELAI DAUN KERING
Puisi Emha Ainun Najib

Janganku suaraku, ya 'Aziz
Sedangkan firmanMupun diabaikan
Jangankan ucapanku, ya Qawiy
Sedangkan ayatMupun disepelekan
Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayangMupun dibuang
Jangankan sapaanku, ya Matin
Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan
Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka
Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti
Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu
Sedangkan IbrahimMu dibakar
Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut
Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir

Wahai Jabbar Mutakabbir
Engkau Maha Agung dan aku kerdil
Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan
Engkau Maha Kuat dan aku lemah
Engkau Maha Kaya dan aku papa
Engkau Maha Suci dan aku kumuh
Engkau Maha Tinggi dan aku rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qahir wahai Qahhar
Rasul kekasihMu maíshum dan aku bergelimang hawaí
Nabi utusanmu terpelihara sedangkan aku terjerembab-jerembab
Wahai Mannan wahai Karim
Wahai Fattah wahai Halim
Aku setitik debu namun bersujud kepadaMu
Aku sehelai daun kering namun bertasbih kepadaMu
Aku budak yang kesepian namun yakin pada kasih sayang dan pembelaanMu

Emha Ainun Nadjib Jakarta 11 Pebruari 1999

MEMECAH MENGUTUHKAN

MEMECAH MENGUTUHKAN
Puisi Emha Ainun Najib

Kerja dan fungsi memecah manusia
Sujud sembahyang mengutuhkannya
Ego dan nafsu menumpas kehidupan
Oleh cinta nyawa dikembalikan

Lengan tanganmu tanggal sebelah
Karena siang hari politik yang gerah
Deru mesin ekonomi membekukan tubuhmu
Cambuk impian membuat jiwamu jadi hantu

Suami dan istri tak saling mengabdi
Tak mengalahkan atau memenangi
Keduanya adalah sahabat bergandengan tangan
Bersama-sama mengarungi jejeak Tuhan

Kalau berpcu mempersaingkan hari esok
Jangan lupakan cinta di kandungan cakrawala
Kalau cemas karena diiming-imingi tetangga
Berkacalah pada sunyi di gua garba rahasia

1987

BERSAMA ANGIN KU BERLABU, BERSAMA BINTANG KAUPUN TERBANG

BERSAMA ANGIN KU BERLABU, BERSAMA BINTANG KAUPUN TERBANG
Oleh Nurlia Arina Dewi

Haruskah aku berpindah interseksi
Ataukah kembali serahkan diri

Haruskah cintaku berlabuh kembali
Pada perjalanan yang tak pasti

Dapatkah kau jelaskan arti sebuah ironi
Seperti saat aku berlari, kau terbang kemudian

Dapatkah kau berkata alasan mencinta
Saat semua terjadi begitu saja, tanpa kata


Perlukah aku menguntai sejuta kata,
Atau ku lantunkan semua nada?

Agar kau dapat membaca semua arti
Dari berlabuh di pelabuhan sepi,
Atau
Menunggu kapal berlabuh yang tak kunjung hadir

MEMENDAM

MEMENDAM
Oleh Avilia Shofiana

Seperti ada bagian yang hilang
Sepi menyambut asa
Bersama hati yang terperangkap

Aku bimbang dan ragu
Menemukanmu adalah hal tak terduga
Dan perasaan ini menjadi sangat asing terjamah

Siapa yang bisa dipercaya?
Ketika keyakinan tertumpu pada
sayap-sayap patah
Lalu kau menghilang seperti
matahari yang di telan bulan

Pantaskah aku mengharapkannya?
Sementara puin-puin rindu tak mampu
terlerai ke permukaan
Pantaskah aku mendambanya?
Sementara butir-butir pilu menyegelnya
dalam bingkai peti

Pengap . . .

PENYESALANKU

PENYESALANKU
Oleh Indra

Langit yang indah....
hingga mampu mewarnai dunia
namun tak mampu mewarnai hatiku
yang telah tertusuk luka sembilu

Bumi yang begitu luas
seakan terasa sempit bagiku
karna kemana pun aku melangkah
luka ini selalu mengikuti

Langkah ku pun terasa berat
seakan ada yang menghalangi ku tuk belari
tak sanggup rasa nya ku bertahan lagi
bila kau terus hujani aku dengan air mata

Bila ku snggup ingin ku terbang jauh menebus awan
agar aku bisa terbebas dari bayang mu
dan akan ku teriakan semua kekecewaanku
agar tak ada lagi diri mu di hati ku

KERAGUAN

KERAGUAN
Oleh Wanda

Terdiam ku menatap sang mentari
teringat betapa indahnya cinta pertama
sekian lama ku merinti kejamnya cinta ,

Awal ku merasa indah di sampingmu
pertengahan ku merasa perih karna pertingkayan
akhir cerita kita terpuruk dalam kehancuran

Aku sadar kisah setiap insan akan ada ujungnya
ketika obak menerpa
tak tahanku menahannya

Aku hancur berkeping-keping
saat ku tau kisah ini tak berakhir dengan indah
hanya kekecewaan yang ku rasakan
saat ini hingga waktu memanggilku

PERUBAHAN

PERUBAHAN
Oleh Endah Ayunda

Dan cinta pun memanggil yang lemah untuk manjadikannya kuat
Menopang kelumpuhan untuk tetap tegak bertahan
Memandang yang melihat tapi masih berpura pura buta
Menghentakan kaki disaat tak mampu lagi berdiri

Melukiskan yang tak indah menjadi lebih indah
Menahan rasa yang sungguh bergejolak didada
Mengagungkan yang tdakpernah berkuasa
karena bukan semata mata harta, tahta.

Dimana telinga yang seharusnya mendengarkan?
mulut yang seharusnya mengatakan,
tangan yang harusnya diulurkan
kaki yang berguna untuk jalan
dan hati yang tentunya untuk merasakan

Terkadang kita lupa bagaimana caranya untuk bertahan
berkorban, menyatukan dan melupakan
melupakan yang kurang berkenan
menyatukan yang tida pernah lagi bersatuber
korban untuk dia yang pernah merelakan

Hahh..terkadang, dikatakan adil tapi tidak adil
dikatakan tidak adil tapi adil
yang harusnya ada menjadi tidak ada
yang harusnya tidak ada menjadi ada

Sungguh sudah sangat berbeda
berbeda ketika kita memilih untuk menjadi beda

KEMBALILAH

KEMBALILAH
Oleh Putri

Dulu,..
Dulu kau yang slalu ada untuk ku,
Dulu hanyalah kau yang bisa memahami ku,
Dulu kau yang mengerti aku,

Sekarang,..
Sekarang kau pergi meninggalkan ku,
Sekarang kau acuhkan aku,
Sekarang mungkin kau tak mengenal ku lagi,

Aku,..
Aku merindukan mu,
Aku yang slalu menginginkan mu,
Aku hanya ingin kamu kembali,
Kembali seperti DULU,..

Tuesday, February 18, 2014

SUMPAHKU

SUMPAHKU
Oleh Muhammad Khaidir Ali Al Mustaqim

Cinta ini insyaallah akan menjemputmu ..
walau.. banyak yang datang mengusik ..
tawarkan segala cinta dari berbagai titik ..

Tapi perlahan semua menyerah ..
semua pergi karena aku yg tak sedikitpun goyah ..
aku ingin engkau sabar menungguku ..
walau entah kapan aku bisa menjemputmu ..
tapi aku masih setia pada komitmen itu ..

Cinta ..
Aku yg menjemputmu ..
di tiap tiap do'a dalam hening ku ..
tak'kan hilang ku sebutkan nama mu ..

Akan ku jemput dirimu cinta ..
dalam ikatan suci NYA ..
akan tiba saatnya nanti pertemuan kedua orang tua kita ..

Cinta,, aku akan menghalalkan dirimu!!

TUHAN ABADIKAN KAMI

TUHAN ABADIKAN KAMI
Oleh Nuraeni

Tuhan..
Jadikan kami.. Terbaik untuk mu...
Yang.. Takan bisa terpisahkan..

Tuhan..
Abadikan Kami...
Seperti..
Bintang yang menyinari alam...
Janjiku.. Hanya untukmu...
Mencintai kamu dengan setulus hatiku..

Tuhan..
Mungkin.. Ku takan bisa tuk melupakan semua kenangan kita berdua..
Namun..kukan selalu menjaga hatimu..
Jiwa ragaku hanya untuk mu..
Takan bisa tergantikan.. Dengan cinta yang lain..
Namun..
Ku akan selalu menjaga hatimu..

----
No. Urut : 1027
Tanggal Kirim : 05/02/2014 15:59:11

DARIKU UNTUKMU

DARIKU UNTUKMU
Oleh Salma Zahrah

Hanya ini yang ku tahu
Tentang apa yang membuatku tak sanggup melupakanmu
Hanya ini yang kutahu
Untuk apa aku selalu peduli padamu
Hanya ini yang kutahu
Mengapa aku selalu bahagia bersamamu
Hanya ini yang kutahu
Bahwa kehilanganmu sebuah penyesalan terbesarku

Aku tahu berapa lama aku telah megenalmu
Aku mengerti berapa lama aku berusaha peduli padamu
Aku paham berapa lama aku harus menahan rasa untukmu
Atau bahkan untuk memendamnya dan membiarkannya layu
Namun kini semua berubah dengan perasaan baru
Yang tak dapat kumengerti
Yang tak dapat ku pahami
Atau bahkan sekedar kuketahui
Perasaan yang tlah menyita seluruh energi

Sesungguhnya ini hanya tentang rindu
Tentang kenangan masa lalu
Yang terbengkalai dan terbelenggu
Sesungguhnya hanya soal waktu
Untuk membiarkanmu tahu
Perasaan yang ku pendam tentangmu
Dan sesungguhnya hanya karena aku sayang padamu
Aku diam dan tertunduk malu
Kala takdir dan waktu membiarkan kita bertemu

Dan aku tahu saat ini
Akan menjadi kenangan yang terindah
Walaupun aku masih resah
Akankah waktu kan pertemukan kita
Akankah tuhan masih ijinkan kita
Bertemu dan bersua
Mengukir kisah indah bersama
Dengan perasaan yang masih sama
Perasaan dimana aku merasakan hal yang berbeda
Merasakan hal yang belum pernah kurasa
Walaupun ku tahu tuhan tak ijinkan AKU dan KAMU menjadi KITA
Tapi setidaknya tuhan ijinkan kita
Memiliki perasaan yang sama
Perasaan bahwa dirimu berbeda...
Bahwa dirimu istimewa
Bahwa dirimu membuatku merasa ADA
Dan sesungguhnya hanya ini yang ku tahu
Kenapa aku melakukan ini semua untukmu
Dan semua karena... I LOVE YOU

TIDAK ADA JUDUL

TIDAK ADA JUDUL
Oleh Nurul Eka Safitri

Dalam hujan..kutemukan
Kau yang telah merantai hati
Mengukir jiwaku
Dengan wajahmu yang mencuri mimpi

Kau yang membuaiku dalam lamunan
Mengubur rasa benci
Yang ku coba kesemai dalam kalbuku
Kau yang lelah

Biarkanku menjadi tempatmu
Bersandar
Kau yang lemah
Biarkanku jadi satu pelindungmu

Kau yang ku tahu
Kan jadi bahagiaku
Kau yang slalu mengisi mimpi mimpi syahdu ...

KARNAMU

KARNAMU
Oleh Sakira Elen

Kucoba melangkah...
Menghindar darimu
Kucoba pergi...
Tinggalkan dirimu
Walau itu semua tak berarti
Semua itu karna aku sayang padamu

Hari demi hari kulewati
Sakit hati kurasakan
Saat jauh darimu...
Rasa sayang ku makin berbeda
Rindu ini merasuki diriku

Tak kusangka...
Rasa ini tlah membuatku menjadi penghianat
Hanya karna perasaanku padamu
Bisa membuat persahabatan putus
Rasa salah semakin membuatku gelisah
Hari demi hari ku lewati dengan kecewa
Karnamu...

KISAH INI

KISAH INI
Oleh Santi Ratnasari

Banyak alasan ku inggin beranjak dari kisah ini
Banyak alasan yang membuatku berhenti berharap
Dan tidak ada sedikit alasan untuk tetap bertahan
Bahkan untuk tetap setia menunggu

Cintaku dulu kulukis dalam cerita lembaran kertas
Memberi banyak bahagia dan lekung bibir yang sulit dilupakan
Menyita ribuan airmata dan waktu

Aku harus berlari menjauh…
Menepis semua rasa ini dan Menghapus namamu
Dan tak akan inggin tetap menunggumu

Aku terlalu kecewa dengan kisah ini
Bosan dengan sikap bisu dan pengecutmu
Bahkan aku
Lelah dengan caraku sendiri.

Berharap jiwa dan cinta ini akan terbang..
Mencari pelabuhan yang akan membawa ku ke puncak bahagia
Harapku kau mengerti
Harapku aku tidak membenci segala kekurangan mu

DENGARLAH SUARA HATIKU

DENGARLAH SUARA HATIKU
Oleh Ront de Anna

Wahai cinta hati ku
Andai kau tahu betapa sayang ku hanya lah untukmu
Andainya kau tahu betapa aku ingin hidup bersamamu
Dan seandainya kau sedari hidup dan mati ku cuma untuk mu
Pasti kau insan paling bahagia dalam dunia ini..

Sayang ku..
Biar sejuta insan yang menunggu ku
Tak pernah terguggat rasa kesetiaan ini
Meskipun cinta yang hadir lebih sempurna
Kau tetap pilihan dalam hatiku..

Wahai cinta hatiku selamanya
Kuatkan hatimu untuk terus mencintaiku
Sekuat aku mencintaimu
Walau ku tahu puisi ini tak sehebat suara hatiku
Biar hanya tuhan yang tahu betapa hebatnya jiwa inj..

Wahai hatiku..
Kekalkan lah ia untuk mencintai dia seorang
Sesungguhnya hati ini tak mampu bahagia tanpa dia
Dia adalah segalanya untuk KU
Cinta yang lahir dari keikhlasan hati
Dan hati itu dari anugerah yang maha ESA

TETAP MENUNGGU

TETAP MENUNGGU
Oleh Adani Ghina

Gelombang cahaya mulai menebar pijak di mayapada
Mereka bersinar, bercahaya
Tapi aku tetap dingin, beku, redup..
Tiada langkah yang menapak
Tiada pandangan yang hangat
Sepi, dan akan selalu sepi
Bisu, dan tak akan berkata lain
Sementara mereka tertawa..
Aku berkaca, diantara tangisan alam
Menikmati awan yang mulai mengeluh..
Menjerit..
Berteriak tak tentu..
Dan menuntut jawab pada angin yang membawa debu
Pintu itu mulai terbuka, dan mereka mulai berlari
Tapi aku tetap diam, tak memiliki perpindahan
Karena aku tetap menunggumu, kawan..

KENANGAN SENJA

KENANGAN SENJA
Oleh Kharisma Intan A.


Alam adalah keindahan
Alam adalah Anugrah
Dan akhirnya Senjapun telah bergulir datang
Tebarkan pesona di cakrawala

Bersembunyi di balik Mega
Senja meranum kemerah-merahan
Di antara sepoi-sepoi Angin yang membelai dedaunan
Di iringi indahnya tarian ilalang

Yang menghiasi seluruh pandangan
Yang mulai menguning lunglai menyapu dari Jauh
Dan senja ini datang dengan segala ketenangan
Di sisi sunyi yang membuncah pikiran

Meninggalkan serpihan–serpihan keinginan
Yang telah terkatup dan terisi oleh sebentuk goresan
Sebentuk goresan kenangan masa lalu
Tentang sebuah keinginan

Tentang rindu akan persahabatan
Aku dan sang waktu saling berpandangan
Sampai mata ini terpejam,hanya tuk merangkai
Sisa-sisa cerita kenangan
Tentang senja indah bersama teman-teman semua

HUJAN SAHABATKU

HUJAN SAHABATKU
Oleh Kharisma Intan A.

Hujan seberapa mengerti kau akan rasa diri ini
Kau selalu menemani dikala ku terpekur sendiri
Kau selalu berbagi curahan air mata hati dikala ku menangis dalam sepi

Ketika ku termenung sendiri
Kau datang menenangkan jiwa ini
Dengan suara gemericik mu yang deras namun sunyi
Kau hapuskan air mata ini dengan sentuhanmu yang penuh nurani

Tetes air yang membanjiri
Membasahi rasa sakit yang baru saja ku alami
Membasuh luka ku yang segera ingin ku sudahi
Aku menangis lirih dibawah rintik deras air ini

Hingga tiada yang tau
Aku berduka untuk Teman- Teman yang tak mengerti sakitku
Tetes air mata ini terhapus deras hujan yang mengguyur tubuhku
Aku kuyup dan lega dalam basah bersamaan hujan

---
No. Urut : 958
Tanggal Kirim : 31/01/2014 14:25:35

KEMBALILAH PADAKU

KEMBALILAH PADAKU
Oleh Wulan Rahmawati

Dulu kita selalu bersama...
Bersama meraih canda dan tawa...
Bersama berbagi pengalaman...

Senyuman,tangisan,pertengkaran...
Dulu menghiasi persahabatan diantara kita...
Semua terjadi dengan indah...

Namun kini hanyalah tinggal kenangan..
Kita harus berpisah...
Karena inilah kehidupan...
Diisi oleh banyak rintangan...

Oh Tuhan...
Dengarkanlah permintaanku..
Dialah harta yang selama ini ku cari...
Si pengisi hati...

Sahabatku...
Kembalilah padaku..
Kita bersama seperti...sedia kala..

UNTUK PARA PEMIMPIN

UNTUK PARA PEMIMPIN
Oleh Novi Anggun

Lihatlah kami..
kami baru saja mengerti akan arti kehidupan ini ,
sering kali terlunta- lunta hanya untuk mencari sebuah keadilan yang sungguh sulit kami dapatkan ,
kami hampir kelaparan,terseok- seok diantara debu jalanan ,hanya untuk mempertahankan hak kami ...

Lihatlah kami ...
kami,baru saja merangkai mimpi ,diantara sisa - sisa semangat hidup ini ,,
secuil kebahagiaanpun terengut paksa ,
dan kami harus menelan pahit kebiadapan para pemerkosa..

Lihatlah kami ,
kami datang ,berjalan jauh dengan harapan keadilan ,,
tidakkah sedikit hatimu tergerak untuk mendengar jerit kepasrahan ini..
tidakkah kau sedikit saja meluangkan waktu untuk mendengar hak -hak kebenaran ...
apakah kau tertidur ???
dengan semua derajat dan wibawamu ..
apakah kau gelap mata ...
dimana keadilan sudah tak lagi kau hiraukan ..

Biarlah ,biar kami menderita disini
dinegeri yang tak bisa kami harapkan lagi
kami sudah tak mau mengerti sepeti kau yang tak peduli dengan nasib rakyat ini ,,

Biar, biarlah kami mati dihadapanmu ..
agar kau tahu ,apa yang bisa kau lakukan untuk rakyat kecil yang tak beharga ini ,
hingga akhir tak pernah berubah

BENANG BATAS

BENANG BATAS
Oleh  Uwan Urwan

Bicara mulut pedas gemulai
Patriot katanya bermekaran di zaman dahulu
Tapi sekarang objek-objek baru menyentuh raga berbisik halus
Perlahan-lahan merasuk ke dalam jiwa yang lalai
Awas bagi kalian yang bergaya sintal dan berdada bidang
Percuma di hari tua karena akan renta dan retak
Bising usia akan memakan selama-lamanya kebanggaan dan kebahagiaan palsu

Bumi, tolong katakan pada mereka
Di sini tak ada lagi yang terasing bagai buangan pesing
Bianglala seharusnya berwarna-warni, bukan hanya pekat dan biru
Kenapa? Sudahkah engkau memberitahukan pada Tuhan
Bahwa kita ini bukan arti dan makna
Bukan cerita dan kisah

Tanyakan pada manusia postmodern yang tak tahu peradaban!
Depok/06/01/14/23/36

NEGERIKU...OH.. NEGERIKU

NEGERIKU...OH.. NEGERIKU
Oleh Ronny Manusama

Indah negeriku..
ohh negeriku..
kaya akan budaya
beraneka ragam agama
begitu juga dengan alamnya

Ini negeriku..
ohh negeriku..
yang matahari terbit di ufuk timur tiap pagi
yang cahayanya menyinari dan pancarkan kehangatan di hati
yang munculnya bawa senyum pada dia yang terkasih

Ini fakta negeriku..
ohh negeriku..
tatkala saling sindir selalu menghiasi
caci maki juga jadi tradisi
hingga bunuh membunuh jadi tak tabu lagi

Mirisnya negeriku..
ohh negeriku..
bersatu tatkala cobaan datang menyapu
lalu saling tuduh dimasa damai dan diminta untuk bersatu
ketika ada nikmat mereka saling beradu
lalu lupa akan Dia Yang Maha Satu.

Ya Allah selamatkan negeriku.,
ohh negeri tercintaku..
berilah pemimpin yang mampu memimpin umat-Mu
berilah hati yang teguh pada rakyatku
serta ketakwaan dikala senang
dan keteguhan iman dikala duka datang

Karena aku cinta negeri ini
tak peduli apa yang mereka katakan
tak peduli apa yang mereka rencanakan
disini..di negeri ini aku lahir
belajar berjalan, berlari dan berpikir,
belajar arti kata salah, dan kebenaran tanpa penyesalan,
belajar akan makna cinta
tempat aku menemukan hatinya,
tempat aku memuja dan menyembah-Nya,

Negeriku..ohh negeriku
ini Indonesiaku.

ASIA-AFRIKA 22.27

ASIA-AFRIKA 22.27
Oleh Irfan S.P.

Hitam....
Kencang angin masuk ke sela-sela badan
Masuk hingga tembus kulit dan tulang
Lewati rumah-rumah di kiri dan kanan

Berhenti badan di suatu keadaan
Tak pernah terbayang dalam angan
Banyak anak terjun ke jalan,
Harap recehan tuk sambung kehidupan

Tawa khas dibawah tujuh tahun-an
Hias pandangan di sela ramai jalanan
Pecah sunyi oleh ekspresi menyedihkan
Seolah mereka hidup tanpa lindungan

Hati mana tak goyang
Dalam malam, anak-anak masih gagahi jalan
Saat anak lain dibungkus selimut,
terjang waktu dan suhu untuk kehidupan

NYAMUK YANG RAJIN

NYAMUK YANG RAJIN
Oleh Miftachur Rosyad

Tepatnya pukul 00:31 mungkin juga lebih
Terbangun aku karena sedih
Padahal seharian aku letih
Tak juga aku banyak bertasbih
Hanya banyak kubermimpi
Meski tanpa tradisi ilusi
Kutak melihat tapi bisa mengerti
Malam ini ada yang terjadi
Ya !!! suara ini................
Bukan...bukan suara hati
Bukan pula syair puisi
Apalagi menanti kekasih hati
Mulai kubuka mata ini
Ada yang lama mengintai
Atas bawah kanan dan kiri
Beberapa ekor nyamuk mulai beraksi
Oooh...mereka menyerangku kini
Ingin kupukul sampai mati !!!
Namun mulai kunikmati gigitan ini
Karena kumengerti mereka rajin sekali
Mereka tak kenal letih

PASRAH BUKAN PILIHAN

PASRAH BUKAN PILIHAN
Oleh Temaram Senja

Dijalan ini aku mengerang
Tanpa seutas benang aku meradang
Berpeluh menyusuri malam
Dalam dingin tak bertuan

Secercah sinar yang benderang
Telah redup dan terbenam
Tak ada lagi sisa terpancar
Tinggal harapan yang mulai terbakar

Di jalan ini aku tak karuan
Seperti binatang yang terbuang
Dengan tubuh telanjang
Pasrah bukan pilihan

Dalam hati yang bergetar
Ku coba untuk melawan
Mencari celah kehidupan
Untuk hari yang lebih bersinar

HIDUP SEPERTI TITANIC

HIDUP SEPERTI TITANIC
Oleh Debora Ayu

Hidup ini seperti Titanic,
Begitu angkuh & sombongnya qta akan semua yg qta miliki.
Kita merasa Akulah yang Terhebat,
Kita jauh berlayar tanpa qta tau peta hidup ini, hingga akhirnya Allah punya tujuan lain, Allah mengombang-ambingkan kita ditengah lautan dengan ombak yang siap menghajar dan membunuh kita.
Jika kita tak sadar akan keangkuhan kita,kita akan tetap melindungi apa yang kita punya, tanpa peduli. Namun Jika kita tersadar betapa bodohnya kita telah berlayar dengan bermegah diri tanpa menghadirkan Dia sebagai Nahkoda, qta akn segera naik kedalam sekoci yang telah disediakan-Nya bagi kita..
Lalu qta akan dihantarkan-Nya hingga kita mampu menapakkan kaki ditanah,
Namun jika kita tak sadar, maka ombak kekelamanlah yang akan menghajar kita menenggelamkan kita hingga ke dasar laut .
Lalu kita menjadi bangkai lautan yang tanpa diketahui siapapun.
Manakah yang akan kau pilih??

MANUSIA JALANAN

MANUSIA JALANAN
Oleh Muhammad Zaini

Roda kendaraan bermesin keras menggilas aspal
kencang berderu tak jarang rapat tersendat
tangkas dan sigap disetiap tikungan tajam jalan
terik maupun berlumur air hujan tak dihiraukan

Ramah menyongsong pagi
riang menyambut siang
hangat memeluk senja

Memburu waktu sebelum matahari sembunyikan wajahnya
kalah atau menang menggapai nasib pertaruhkan nyawa
bukan suatu yang ganjil pulang tinggal sebuah nama
untuk berjihad mulia menafkahi keluarga

AKU DAN KEHIDUPANKU

AKU DAN KEHIDUPANKU
Oleh Kingky

Semua tau nama aku
Tapi semua tidak tau tentang ku
Kisah ku dan hidupku

Aku pun tak tau
Kenapa aku di beda kan

Kenapa aku di lahir kan dengan penuh tangisan
Hidup ku tak seindah, sebaik hidup kalian

Aku seseorang yang butuh kasih sayang seorang ibu
Sampai sekarang tak pernah aku dapat kan
Yang hanya aku dapat kan
Adalah kasih sayang seorang kekasih,teman dan nenek

Nenek adalah penganti seorang ibu di hidupku
Kalian adalah penghibur kesedihan ku
Kekasih adalah yang selalu ada di samping ku

SELEMBAR PUTIH

SELEMBAR PUTIH
Oleh Hesty Indra W

Selembar putih yang kau bingkai
Di dinding rumah batinmu
Adalah lautan bergemuruh ombak
Tempat badai menempa nelayan
Menuntaskan segala tantangan

Selembar putih yang kau bingkai
Di dinding rumah batinmu
Adalah hutan hijau merayu jiwa
Tempat embun bermanja di ujung daun
Menebarkan kesejukan bagi jiwa yang gersang

Selembar putih yang kau bingkai
Di dinding rumah batinmu
Adalah medan pertempuran
Tempat api dan darah berlomba
Membahagiakan sang pembinasa

Selembar putih yang kau bingkai
Di dinding rumah batinmu
Adalah keluluhlantakan
Adalah sungging senyuman
Adalah kebebasan
Yang dapat kau maknai tanpa kata.

Wisma Asri, 9 Desember 2013.

Puisi Kehidupan

JALAN HIDUP

JALAN HIDUP
Oleh Imas Supiyani

Di kala senang...
Aku terbawa suasana
Terhanyut dalam kegembiraan
Di raut muka ku slalu ada canda tawa
Di saat ku merasakan kebahagiaan

Di kala sedih ...
Aku terhanyut oleh penderitaan
Masalah hidup yang ku jalani
Terpampang jelas raut muka kesedihan
Yang sedang ku rasakan ini

Entah bagaimana...
Semua ini sudah ada yang mengatur nya
Yaitu ,Yang Maha Kuasa Alam Semesta (ALLAH SWT)
Hanya bisa bersabar,dan pasrah diri
Kepada nya memohon pertolongan

KHAYALAN IBLIS

KHAYALAN IBLIS
Oleh Kang Imam Al-Jabluk

Hari ini kau begitu cantik
Bagai bunga ingin sekali rasanya ku petik
Seperti nada menyentuh telinga disetiap detik
Mengalun lagu ditemani angin kecil berbisik

Dikejauhan kau berjalan tertunduk sambil menggenggam handphone di tangan
Ku berharap sangat engkau akan mengirimku sebuah pesan
Yang mengajakku bertemu berduaan untuk berkencan
Lalu segera akan ku jawab, kemarilah aku di taman

Lalu akan ku tunggu kau dengan sabar sambil duduk-duduk di bangku
Bersiul-siul sambil memainkan asap rokok Dji Sam Soe
Dan tertawa-tawa sendiri membayangkan engkau yang tiba-tiba mencium pipiku
Hahaha... Eh itu dia engkau datang juga diwalau sedikit tidak tepat waktu

Tak biasanya kali ini kau memakai baju putih bermotifkan abu-abu
Padahal warna kesukaanmu selalu saja ungu
Ah, tentu saja itu menambah manis disetiap senyummu
Dan ingin rasanya ku lumat habis bibirmu itu

Tak henti-hentinya ku pandangi wajahmu yang ayu
Sesekali ku lontarkan kata-kata pujian merayu
Dan kau hanya tersenyum menunduk tersipu malu
Di benak berharap kau memelukku dan berkata "menikahlah denganku".

Berlama-lama kita duduk berduaan di taman
Berbincang-bincang tentang secangkir anggur yang memabukkan.
Saat temaram di bawah setianya sinar rembulan,
Kau pun berbisik diakhir sebuah perbincangan,
"Bangunlah sayang, kau sudah terlalu lama diperbudak khayalan".

TAKKAN PERNAH TERSAPU MESKI PENUH DEBU

TAKKAN PERNAH TERSAPU MESKI PENUH DEBU
Oleh Eko Putra Ngudiraharjo

Aku hanya sosok tertunduk di antara sudut gelap.
Hanya bayang ratap yang berusaha mengusap.
Terindah kadang menjadi tak berpemilik.
Namun kenang akan selalu terlukis dalam tiap gerak-gerik.

Meski ku tutup mata.
Walau lelap menyeka.
Atau bahkan jika lelah memuncak.
Ini langkahku dengan tiap bercak.
Ketika tetes keringat bersorak.
Aku tetap pada jejak ketika awal melangkah penuh semangat mengajak.
Sahabatku adalah hati kalian ketika bunyi langkah kita seperti harmoni gitarmu<dede>,seperti teriak tanpa menyerah nyanyimu<kiting>,seperti dengung bass penuh kerja kerasmu<kentuz>,dan seperti dentum pedal drum penuh semangatmu<junet>.
Dan kalian adalah jiwaku dalam berbagi.
Aku jauh tapi dalam tiap lantun musik kalian jiwaku menyatu,karena kita sahabat satu langit dan sahabat satu hati.

Dan ketika kalian bertanya kenapa aku pulang ke rumah?
Aku hanya akan jawab,
" kalian takkan pernah sendiri,karena kutinggal tiap kenangku dalam hati yang takkan pernah tersapu meski penuh debu "

PUJAAN HATI

PUJAAN HATI
Oleh Nisa Lyla Lebihdaribintang (Annisa Wibawanti)

Oh pujaan hati ..
Kaulah pujaan hatiku
Kau yang ku inginkan
Kau yang ku cari selama ini

Sejak pertama ku melihat dirimu, ku langsung jatuh hati padamu
Ku lihat matam, ku lihat matamu, ku lihat senyummu
Senyummu begitu manis dan indah
Matamu bersinar hingga ku terpesona ketika melihatmu

Ku ingin memilikimu
Ku ingin mendapatkanmu
Ku ingin kau menjadi milikku selamanya
Karena ku tak mau kehilanganmu

Bagiku kau adalah Pangeran Hati dalam hidupku
Bagiku kau adalah belahan jiwaku
Bagiku kau adalah jantung hatiku
Kau adalah cinta pertama dan terakhirku

RINDUKU PADAMU

RINDUKU PADAMU
Oleh Hermawan

Sayang.......
Kini harapan yang terukir indah
Bersama dengan senyuman itu
Obat hati merekam kehidupan dunia
Penantian berujung ssat ku pilu
Tiada yang lain stau kamu disisimu...

Angan yang penuh hayalan tercipta
Matamu bergejolak cinta suci
Tandakan aku seutas tali yang kokoh
Merindukan setiap engkau tersenyum mesra
Danku selalu merindukan canda dan tawamu...

Akankah kisahku terulang kembali
Senyuman manismu
Ku tak berdaya dimata
Disini terus tergap berdiri menanti
Seolah kau mencariku dalam pelukan kasihmu...

Sayang.....
Ku tanpamu
Ku tak mampu menuangkan rasa ini
Tak mampu terobati semula
Menahan sejuta rasaku padamu
Disini ku hanya berdiri menanti
Hanya hayalan senyumanmu
Terasa membekas dalam pikiranku selama ini...

Sayang.......
Ku jauh tanpamu
Dan kau jauh tak bisa tanpaku
Bisikanlah kata hati tuk merindu
Mendengarkan sejuta prih didada
Hanya ada bintang kan menghiasi jalan kita...

Bukalah setiap senyuman itu
Ciptakan hal yang terindah
Terukur dalam sembari kalbuku
Bisikan kata manis terucapkan
Sebut namaku bila kau mampu
Lintasan yang kan trus abadi dimatamu...

Terbanglah bersamaku ke langit nan biru
Tebarkanlah senyuman tersembunyi
Terus Yapakkan kakimu
Tuangkan isi hati
Pujaan hati merindu...

BALLADA NURLAILA

BALLADA NURLAILA
Oleh Handy Pranowo

Duhai Laila.
Wangi pandan tubuhmu dan sorot mata yang tabu.
Mengumbar guna-guna sampai ke ubun-ubun.
Sedang bibirmu merah anggur mengutuki cinta yang kelu.
Terbawa air sungai jantan keruh di hulu.
Maka lelaki datang setelah menelan dadamu, pengap di dalam menebas nafsu.
Dan jalannya kehidupan mengikuti angin meninggalkan ujung tanya.
Setelah usai gadis kecil merangkak mencari tahu kemana ayahnya.
Meledaklah tangisnya tiada kata.

Bulan terpotong melata di kegelapan.
Setelah gemetar ranjang mempelai dan kini mata saling berpamitan.
Cinta telah bertanduk dan menolak satu biduk gelombang kehidupan.
Namun darah telah mengalir meski atap ranjang belum di siapkan.

Begitulah Nurlaila.
Menggelapar dalam cinta bagai ikan kehausan.
Pada awal segala taruhan gairah birahi di tawan.
Maka pada bunga yang tumbuh kelopaknyapun mudah rapuh.
Tinggalah air susumu di dada tak bermadu.
Dan padanya pula gairah hancur kelabu.
Lelaki dengan mata kejora yang telah membiusmu.
Pergi menempuh jalan yang jauh melewati subuh dan tangisan bayimu.
Tak ada apa-apa selain kenangan mengetuki pintu hati yang berkabung.
Maka terpojoklah Nurlaila dalam bingung terkurung.

RINDU YANG ABADI

RINDU YANG ABADI
Oleh Suseno Adi

Hati ini terasa sepi saat kau pergi...
Kau pergi tanpa kata perpisahan
Pada siapa aku harus berkeluh kesah ?
Kekaihku kembalilah...

Di sini aku dan waktu akan menunggumu...
Di sini taman dan bunga menunggu kehadiranmu
Aku pun tak tau apa yg harus aku lakukan sekarang ?
Apa aku harus menunggu atau mengucap kata perpisahan...

Sudah banyak kenangan yang terukir di hati kecilku..
Sudah banyak mimpi yg ingin ku capai dengan mu
Sekarang hanya impian kosong yang tertinggal
Hanya rindu yang menemani hari hari ku....

Kembalilah setengah hati ini masih menunggumu...
Kembalilah.....
Agar impian kita bisa kita wujudkan bersama....
Di taman ini aku menunggu mu....

INDONESIA HARI INI

INDONESIA HARI INI
Oleh Cucuk Espe

Apakah aku selalu terus diam
Melihat negeri dipenuhi gambar-gambar buram
Apakah aku mesti berpangku tangan
Melihat negeri kehilangan wajah Tuhan
Indonesiaku, letih dan tertatih-tatih
Merah tak lagi bersanding putih

Apa yang bisa kulakukan melalui puisi
Untaian kata mampukah mengubah hati
Jika kesadaran tertimbun kepongahan
-: Apakah aku akan terus diam?

Lihatlah!
Barisan gagak bertengger di puncak tiang bendera
Ribuan kelelawar menyanyikan himne kehancuran
Indonesiaku hari ini, Indonesiaku hari ini
Kehilangan pemimpin berhati puisi

Dan anak-anak bangsa pun terlantar
Di lorong sepi tanpa cerah suar
--; Beginilah Indonesia hari ini
Mohon Tuhan bicara kembali.

Jakarta, 2011

KIPASAN SAYAP GARUDAKU, TERLELAPKAN PANGERAN SUJU

KIPASAN SAYAP GARUDAKU, TERLELAPKAN PANGERAN SUJU
Oleh Syam Wong Tani

Sekian lama ku tak tahu akan kabarmu
Jadikan ku nian merindu..
Menanti, menunggu
Kabar aksi terbang indahmu, jua Kicauan merdumu

Lalu dan berlalu...
Ternyata tadi malam kau benar-ber berkicau merdu
Terbang anggun dengan sayap suci
Mengipas, menyegarkan nurani negeri

Hebat nian si garuda muda itu
Ksatria nan tangguh, sang pecinta ginseng
Si pangeran suju pun terlelap, akan memukaunya pesolekmu
Terluluh tumbangkan, Tunduk di bawah kepakan, sayap indahmu

Kau menerkam dengan terkam santunmu
Beringas, gurat wajahmu
Indah mengipas sayap-sayapmu
Pesolekmu nian terpancar Memukau,

Dikala kau berjibaku di atas padang sayembara
Berjuta rakyat negeri, mendukung menonton
Dengan hati berdetak-detak, berdering nyaring laksana genta
Mulut pun tiada henti melantunkan doa, kepada Yang Maha dimohon

Akhirnya pun pengeran Suju
Hanya terbungkam lesu
Atas torehan indra
Sujud Syukur garuda kepada Tuhannya.


Surabaya, (08:09). 13 Okt 2013.

KU CINTA INDONESIA

KU CINTA INDONESIA
Oleh Desi Ariani

Ketika malam mulai menyapa
Desiran angin menusuk raga
Dngin'a rasa mnyelimuti jiwa
Semangat muda menambah makna

Aku terdiam tanpa kata
Menatap bangga kibaran sang saka
Iringan musik terdengar telinga
Menenangkan hati penyemangat jiwa

Indonesia Raya lgu kebangsaan kita
Brung Garuda lambang negara
Slalu mengiringi di setiap acara
Yang memberi kesan Indonesia merdeka

Wahai engkau para pemuda
Berbanggalah engkau dgn yg ada
Dititipkan negara yg telah merdeka
Diharap engkau bisa menjaga

Whai engkau para pmuda
Tetaplah engkau untuk berkarya
Jangan lepas dengan budaya
Untuk memperkuat identitas bangsa

Wahai engkau para pemuda
Jadilah engkau pmimpin bangsa
Mngikuti prjuangan sukarno hatta
Untuk mmprtahankan bangsa yg merdeka

Merdeka merdeka merdeka

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
Oleh Khairil Anwar

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

1948

MAJU

MAJU
Oleh Chairil Anwar

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

Februari 1943

AKU BERKACA

AKU BERKACA
Oleh Chairil Anwar

Ini muka penuh luka
Siapa punya ?

Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah.......!!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............!!
Selamat tinggal ................!

Dari: Deru Campur Debu

MIRAT MUDA, CHAIRIL MUDA

MIRAT MUDA, CHAIRIL MUDA
Oleh Chairil Anwar

Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,
menatap lama ke dalam pandangnya
coba memisah mata yang menantang
yang satu tajam dan jujur yang sebelah.

Ketawa diadukannya giginya pada mulut Chairil;
dan bertanya: Adakah, adakah
kau selalu mesra dan aku bagimu indah?
Mirat raba urut Chairil, raba dada
Dan tahulah dia kini, bisa katakan
dan tunjukkan dengan pasti di mana
menghidup jiwa, menghembus nyawa
Liang jiwa-nyawa saling berganti.
Dia rapatkan

Dirinya pada Chairil makin sehati;
hilang secepuh segan, hilang secepuh cemas
Hiduplah Mirat dan Chairil dengan dera,
menuntut tinggi tidak setapak berjarak
dengan mati

Saturday, February 15, 2014

ANTARA SENJA HINGGA FAJARNYA

ANTARA SENJA HINGGA FAJARNYA
Puisi karya Abandot

Kumasuki lorong-lorong keputusasaanku
Membangun buih-buih harapan masa lalu
Pada tengah sunyi dan dinginya
Aku terhening pada kesendirian kesepian
Saat yang lain benar takluk pada mimpi
Pada dingin sunyi berselimut harapan esok hari
Bait-bait sajak gerogoti relungku
Menenggelamkan tiap tirakatku dalam mendo'a
Kupasrah pada malam buta
Kuserahkan ingin dan harapan yang tak nyata
Ku mengeluh kesahkan semua
Pada harapan esok tak jadi sia-sia
Biar pucuk mimpi jadi nyata
Biar tiap do'a benar-benar terwujud disana
Kudapati ini pada senja hingga fajarnya
Dan sebelum kembalinya senja
Mataharilah kuasai segala asa
Pada awan-awan cendawan
Aku tetap ingin larut dalam do'a

Ku Nantikan Kau di Syurgamu

Ku Nantikan Kau di Syurgamu
Puisi Latiful Isyaroh

Jika semua hanyalah bingkisan luka yang tiada ahirnya
Kupekirakan agar langkah demi langkah ku menjauh pergi
Dengan kebimbambangan hati dan segenap penyesalan
...
Aku memang tak bisa memilikimu lagi di dunia
Namun masih ada tempat lain (akhirat) untuk bisa memilikimu
...
Namun, harus ku raih syurga dahulu
Karena aku yakin disanalah kau menantiku
...
Ya Allah.. jika dia bukan tercipta untuk ku di dunia
Ciptakanlah dia untuk aku di akhirat
Agar semua terasa lebih kekal dan tidak terlalu singkat untuk bersamanya
...
Ku percayakan sepenuhnya kekuatan do'a ini kepada_Mu
Berusaha ikhtiar meski diri ini bukanlah diri yang dulu
Yang senantiasa hidup di dalam kedamaian
...
Ku nantikan dirimu di syurgamu

Pilihan

Pilihan
Puisi Siti Nur azizah

Tuhan..
andai aku bisa memilih Hidupku.
Mungkin aku kan Minta Hidup bersama ibuku,
aku ingin tau rasanya Di Peluk ,dicium , di sayangi , di kasihi , dan di
manja.

aku rindu suara lembut yang biasa menyadarkan ku dari tidurku..
aku rindu belaiyan hangat yang biasa menyentuhku ketika aku kedinginan.

tuhan..
Mungkinkah Semua kembali seperti dahulu ?
mungkinkah waktu mau memafkan masa lampau yang aku buang sia-sia ?

Tuhan engkau yang tau bagaimana Besarnya Asa ini yang aku Ucapkan di
hadapanmu.
hanya sujud dan doaku yang dapat aku lakukan saat aku merindukan semua
tentang ibuku.

Tuhan..
tolong sampaikan salam Rinduku kepada beliau betapa aku Merindunya , doa dan
Sujudku adalah tempat aku mengadukan kerinduanku di hadapanmu ya roobi

Menangis Dalam Sujud

Menangis Dalam Sujud
Puisi Mata Malaikat

Telah banyak kenikmatan
Yang kau berikan padaku
Namun semuanya hanyalah ku sia-siakan
Hidup ku Ini terombang-ambing oleh duniawi
Dunia yang penuh dengan dosa
Kini aku tak tahu lagi siapa diriku
Hatiku sudah gelap
Tak ada lagi cayaha yang menyinari
Tuhan…
Aku bertanya padamu
Masih adakah kesempatan untukku bertoubat
Masih ada kah tuhan….???
Bukankah kau masih
maha pengasih,penyayang,pemaaf
Aku tak tahu lagi harus kemana lagi
Untuk menembus dosa-dosaku
Semua jalan sudah ku tempuh
hanya padamu lah aku mengadu
Tak terasa air mata ku telah menetes
disajadah putih menangis dalam sujud
Memohan ampunanmu
Tuhan…
Bimbinglah batin dan jiwaku ini
Tuntutlah jalanku agar aku tak sesat menuju surgamu

(MataMata Malaikat)

SAHABAT SEJATI

SAHABAT SEJATI
Puisi persahabatan karya Dionisia Hanjani P

Saat hati ini terasa kaku
Senyuman hangatmu menenangkan hatiku
Saat air mata terurai di pipiku
Kau hadir bawa suka cita
Ketika aku sudah tak mampu menghadapi perih berkepanjangan
Genggaman tanganmu membuat aku mengerti
Betapa berarti dan berharganya hidup ini
Walaupun di dalam hidup kita
Terkadang ada pengkhianatan dari orang-orang yang kita sayangi
Tapi percayalah
Pribadi kita ada karna mereka
Karna bila beribu-ribu masalah menghadang
Karaktermu makin terasah dalam masalahmu
Membuatmu menjadi pribadi yang baru
Tentunya pembaruan ke arah yang lebih baik
Tapi jika kau tak kuat lagi menghadapi semua masalah
Larilah kepadaku
Karna sahabat
Selalu ada untukmu.....

Tangisan Ku

Tangisan Ku
Puisi karya Blackrose

aku terdiam di ujung kesunyian sunyi yang abadi..
sunyi yang selalu berada disekitarku
bulir demi bulir air mata ku kembali menetes
tak aneh
karna air mata adalah temanku
setiap malam aku menangis
meratapi kesenyian ini
meratapi kesedihan ini
menangisi mu
menangisi kamu yang melihatku dengan sebelah matamu
menangisi kamu yang tak pernah mengangapku istimewa dimatamu
menangisi mu yang tak pernah tahu isi hatiku..
manangisi mu yang tak pernah bisa mencoba menerimaku
aku tahu
aku sadar
aku bukanlah siapa siapa di matamu
aku juga bukan orang yang bisa membuat jantungmu selalu berdegup
aku hanya lah sahabatmu
sahabatmu yang tertawa disampingmu dan menangis dibelakangmu
aku hanyalah sahabatmu
yang tersenyum penuh dusta saat kau bercerita tentang gadis yang kau sukai..
karna aku adalah sahabatmu..
aku sahabatmu yang mencintaimu
aku sahabatmu yang selalu menunggu keajaiban cinta datang
aku sahabatmu yang akan slalu menunggumu
karna aku
sahabatmu yang mencintaimu
walau kau
takkan pernah tahu semua itu..

"you are the most beautiful gift for me"

"you are the most beautiful gift for me"
Puisi Anggun Langi Sripati Dewi

hey teman
teman yang slalu membuatku tertawa
dirimu menjadikan aku makin sempurna
hingga akhirnya mengubah suasana

hey teman
tawa yang kau berikan untukku
membuatku semakin bahagia

jalinan pertemanan yang kau berikan
menambah indah duniaku
aku bahagia
teman yang kuharapkan
melengkapi kekurangan
"you are the most beautiful gift for me"

Berdebu

Berdebu
Puisi Muhammad Saputra Wibowo

diri ini bagaikan bangkai kumbang..
yang di buang dan di injak-injak..
seakan tak berharga sedikit pun..
yang terbiar dan terlupakan..

diri ini bagaikan bungan layu di pinggir jalan..
yang lusuh dan berdebu..
terlalu berharap agar di bawa pulang..
terlalu berharap mendapatkan vas bunga yang indah,,
yang entah kapan datangnya..

aku muak..!!
aku benci...!!
benci..!!
benci untuk mengingat betapa bodohnya aku..
yang terlalu berharap sebuah keajaiban..
yang entah kapan datangnya..

aku ingin pergi..
tapi ku tak mampu..
entah karena ku terlalu mencintaimu..???

aku yang berharap..
aku yang semakin berdebu..

Aku Ingin Kamu

Aku Ingin Kamu
Puisi Retno Wulandari

Aku tidak mengerti
Bagaimana Tuhan mencintaimu
Aku tidak mengerti
Kenapa Tuhan menjemputmu

Aku berusaha mengerti
Mencoba memahami
Belajar menjalani

Cintaku, kasihku, sayangku
Abadi untukmu
Tak seorangpun yang mampu menggantikanmu

Disetiap kedipan mataku
Aku ingin kamu disampingku
Aku ingin meraih tubuhmu
Aku ingin
Hanya kamu yang aku inginkan

Jika kamu disampingku
Aku ingin bercerita kepadamu
Aku ingin bercengkrama denganmu
Aku ingin
Aku ingin kamu

Aku tahu
Rasa cintaku padamu
Tak sebanding rasa cinta-Nya padamu
Aku berusaha tersenyum
Tersenyum dengan tetesan air mata ini

Jika kamu di depanku
Aku ingin memelukmu
Aku ingin menggenggam tanganmu
Aku ingin melepas rinduku
Aku ingin berteriak
Aku cinta kamu
Hanya kamu

Cinta Yang Tak Kunjung Ku Miliki

Cinta Yang Tak Kunjung Ku Miliki
Puisi Melisa Miranda Ginting

Cinta yang kurasakan kini
Cinta yang terasa begitu indah
Indah dalam angan dan khayal ku

Hari demi hari
Rasa cinta ini terus memupuk dalam hati ku
Walau begitu banyak rintangan
Tapi
Ku terus bersemangat
Bersemangat untuk meraih angan dan khayal ku

Malam demi malam terus menghampiri ku
Ku selalu tertidur dalam dekapan hangat bayangan mu
Senyuman mu yang indah
Selalu menghiasi mimpi ku
Oohh
Begitu indahnya rasa cinta yang kurasakan dalam angan dan khayal ku

Tapi kini kusadar
Rasa cinta yang memupuk dihati ku
Bayangan yang selalu mendekap dalam tidur ku
Senyuman indah yang selalu menghiasi mimpi ku
Itu semua hanyalah sebatas angan dan khayal ku
Angan dan khayal yang tidak akan pernah nyata didalam hidup ku

Tuhan
Tapi ku ingin
Dialah yang menjadi cinta sejati dalam hidup ku
Walau kini kusadar semua tidak mungkinkan terjadi
Tapi ku mau hanya dialah seoarang
Dia yang selalu berada dalam angan dan khayal ku

Lamunan Sesal

Lamunan Sesal
Puisi Nurkhoiriyah

kala dingin menghantam kalbu
gelap gulita temani serpihan syahduku
tubuh seakan rentan...
melewati detik waktu.,

hati mengaku,,,
telah kalah dengan waktu

yang semakin lama hilang,,
tanpa makna dalam detiknya

o.tuhan..ampunilah hambaMU
yang terlalu lalai akan nikmat Mu

ku mohon iringi angkah ku
menuju jalan dan keridhaan Mu

GAMBARAN UMUR

GAMBARAN UMUR
Puisi Renungan oleh Nurkhoiriyah

Tak terasa,.
kini umurku bertambah
dimana....
lambaran baru mulai terangkai dalam jiwa

namun...
hatiku bergetar tiada menentu
ketika dosa terbayang dalam lamunku

dosa yang tak pernah ku sadari,,
telah tertumpuk dalam kalbu

andai ku tahu sejak dulu,,,

pasti tiada sesal dalam hatiku
namun apa daya dan upaya ku
karena hanya Tuhanlah yang Maha tau

Puisi Suara Hati

Puisi Suara Hati
Oleh Bagus Indra

Dalam renungan malam begitu sunyi di hati,
Dalam desiran ombak,
yang menerjang angin,
Butiran air yang turun dari awan mendung,
Seperti menyapa,
Terharu,
Tak disangka,
Engkau yang kuasa,
Engkau pemilik hidup,
Dari jiwa jiwa yang lemah,
Dari jiwa jiwa yang kurang mensyukuri nikmatmu,

Suara hati ini pun berbicara,
Lewat tulisan tulisan mungil nan indah,
Oh..........
Tuhan,
Berikanlah ampunan-MU,
Kepada hamba yang penuh dosa,

ITU

ITU
Karya : Riky Fernandes

Aku, diantara itu pernah ada sesuatu yang tak pernah terbayangkan
Tidak lagi usang di benak ini
Lirik senja tak kian menghapus dengan kilaunya
Bak samurai tajamnya atmosfer itu
Dari mana asalnya semua itu?
Aku, dia, atau mereka...
Kesialan ini tak kunjung reda
Bagai badai matahari yang terus membakar jiwa-jiwa merana
Aku bodoh dan kau pintar
Aku pintar kau pintar
Namun kau takan mampu mengelak dari itu
Kita adalah makhluk yang tidak bisa menghindar, mengelak, bahkan menangkis
Inginnya aku buang jantung ini di tempat sampah yang kumuh
Biar, agar dikrumuni lalat-lalat jahat yang haus akan bangkai busuk
Dan sekarang, merkurius itu milikmu
Aku lupakan bumi
Aku mati
Jiwa ini memaksaku hidup
Jika kau mati
Jiwamu akan memaksa hidup
Aku ingin berhenti
Aku ingin berhenti
Aku ingin berhenti
Dan Lupakan semua itu

Kenangan Cinta Itu

Kenangan Cinta Itu
Oleh Meri Oktavia

Malam ini tanpa satu bintang ...
tak ada satu sapaan mesra darimu..
belai lembut..
kecupan manjamu..
genggaman erat tanganmu kasih...
kini benar telah hilang..
satu per satu ..
hati untuk mu mulai berguguran..
mengingat kenangan indah itu..

ohh...
adakah kau, rindukan aku..
cinta,, sang pujaan hati..
aku melemah tanpa senyummu..
tak bergairah tanpa kecupanmu..
kasih ku..
kembali pada kenangan itu...
sudut ruangan mengingatku tentang hal kumuh itu...
asmara rindu yang menggebu,.
menelan berjuta keresahan jiwa...

Bila Aku Tiada

Bila Aku Tiada
Puisi Ralfanhar Elftriano

Bila sampai waktu ku tiba tak jua kau temukan bahagia...
Pilih lah jalan yg lebih indah untukmu..
Karna ku bukan lah yg sempurna
Dan jangan pernah kau bersedih karnanya

Tapi,,
Tersenyumlah saat ku tak lagi bisa bersama mu
Karna kan selalu kutitipkan rindu untukmu dalam tiap detik perjalanan waktu..
Mungkin raga tak lagi mampu kau sentuh
Tapi senyum keindahan kan selalu untukmu
Aku bukan pecinta sejati tapi kan ku ukir sebuah mimpi sebelum aku pergi...
Tuk selalu temani hidupmu walau tak bersamaku,,

DEMI CINTA

DEMI CINTA
puisi karya desig loner

demi cintaku padamu gunung api pun akan aku daki lautan berapi pun akan aku
sebrangi dan langit pun akan aku datangi demi untuk persatuan dan kesatuan
cinta kita kasih ...

cintaku tulus padamu dan cintaku tak ada hentinya meski
pun penuh halangan halangan apa pun akan aku lawan dan demi untuk keindahan
cinta kita aku ingin kamu dan aku berjanji untuk saling setia sampai mati
dan sampai akhir hayatku nanti.

Keabadian Cintaku

Keabadian Cintaku
Puisi Nurhalimah Lubis

Takkan pernah ada lagi yang namanya suatu kerinduan yang terpendam...
Ketika dirimu telah berada disisiku tuk sejenak....
Namun, sampai kapankah semua ini kan terus berlanjut...
Karena, dunia bukanlah suatu kekekalan yang kan membawa kita pada
keabadian.....
Selain, kasih tuhan yang akan menuntun kita tuk suatu tujuan...
yaitu... KEBAHAGIAAN

Jangan pernah mengharapkan keabadian datangnya dari aku...
Karena aku hanyalah seorang manusia yang Juga akan hilang ditelan waktu yang
terus berputar....

Jangan pernah kau titipkan salam cinta melalui alam...
Karena alam kan musnah beriring perputaran waktu yang kan terus hilang....

Namun, meskipun demikian cinta kasih yang aku miliki jauh lebih besar dari apa
yang kamu pikirkan...
Maka dengan itu berharaplah pada satu nama yang telah aku titipkan padamu.....
yaitu... CINTA YG ABADI DALAM HATIKU

Realita..! Cinta..! Fenomena....!

Realita..! Cinta..! Fenomena....!
oleh Citra Maya

Cinta sebening embun pagi, namun tetap saja aku tak bisa melihat dengaan jelas.
Cinta seluas samudra namun tetap saja kayuhku tertahan.
Cinta setinggi kaki langit hingga aku tak bisa menggapainya lagi.

Karena cinta kupastikan langit menjadi atapku,
namun tetap saja hujan membasahi tubuhku,
Kupastikan laut menjadi damaiku,
namun tetap saja gelombang menghempaskan aku pada karang terjal.
Dan kujadikan hembusan bayu sebagai penyejukku,
namun tetap saja badai menerbangkanku ke negeri antah berantah.

Oleh cinta kujadikan api sebagai penghangatku.
Namun tetap saja ia membakarku,
lalu menjadikan aku abu yang rapuh..

Akhirnya..,
aku harus menjadi padang pasir yang tak perlu hujan.
Sebagai semak belukar yang tak perlu disirami.
Dan seperti rawa-rawa yang airnya tak perlu mengalir.

Puisi: Untuk Langit

Untuk Langit
Puisi Yugi

Kutatap engkau kala kusendiri
Kunikmati keindahan yang tak tertandingi
Sejauh apapun mata memandang
Kau tetap luas membentang

Sang awan perlahan berpindah
Terasa penuh kisah-kisah indah

Berbagai bentuknya membuatku berangan
Apa saja yang hendak kutuaikan

Kini aku terpana menghayatimu
Anganku melambung menafsirkan pesanmu

Bagi jiwa-jiwa yang tak menganggapmu
Tak mengerti betapa besar arti hadirmu

Ingin ragaku terbang ke angkasa
Melintas riang diantara berjuta mega

Berapa kalipun akan kuyakinkan mereka
Bahwa engkau menyimpan banyak cerita
Meski tak sampai jemari menyentuhmu
Tetaplah terpancar tirta keelokanmu
Yang puaskan imajinasiku
Menghiasi dikala hambar hariku

Langit.... Tetaplah indah
Agar aku bisa menikmatimu dengan romansa

Langit.... Tetaplah di atas
Mengilhamiku hayalan tak terbatas.