PUISI UNTUK SANG MANTAN
Oleh Friky Nurcahyo
Dahulu..
Dirimu slalu ada untukku
Senyummu sejenak hentikan waktu
Buatku berangan hingga mati bersamamu
Menjadi duri untuk sang bunga
Menjadi pelindung hingga di surga
Dalam mimpi engkau hadir
Membawa keindahan sejuta kenangan
Lukisan pelangi sudahlah luntur
Karna air semua hancur
Sekarang aku hanyalah debu
Hanya engkau yang dapat merangkai kembali ragaku
Tinggalkanlah dan kembalilah
Karna aku masih setia untukmu
Masih dahulu yang slalu berusaha membahagiakanmu
Sunday, May 10, 2015
AYAH MENGAPA INI TERJADI
AYAH MENGAPA INI TERJADI
Oleh Muh. Nur Alamsyah
Di pagi buta ku terbangun
Ditemani mentari pagi
Setelah mataku terbuka lebar
Kupandangi sekujur badanku
Menyaksikan pemandangan sekitar
Yang seakan menusuk dada
Ya Tuhan mimpi apakah aku semalam
Yang tadinya taman nan indah
Kini berubah menjadi aliran aliran air sungai
Kini kendaraan yang terlihat hanyalah sebuah perahu kecil
Kini derita telah mewarnai hidupku
Ku tersadar sungguh baru ku sadari
Keindahan yang aku lihat tadi malam
Hanyalah keindahan mimpi
Yang melenyapkan semangat hidupku
Ayah mengapakah ini harus terjadi
Rumahku dikolom jembatan
Hidupku terpaut di sungai ini
Darahku mengalir dengan deras
Ingin sekali hidup bahagia
Meskipun itu hanya dalam bunga tidur
Kan kujadikan inspirasi untuk masa depanku
==
Di pagi buta ku terbangun
Ditemani mentari pagi
Setelah mataku terbuka lebar
Kupandangi sekujur badanku
Menyaksikan pemandangan sekitar
Yang seakan menusuk dada
Ya Tuhan mimpi apakah aku semalam
Yang tadinya taman nan indah
Kini berubah menjadi aliran aliran air sungai
Kini kendaraan yang terlihat hanyalah sebuah perahu kecil
Kini derita telah mewarnai hidupku
Ku tersadar sungguh baru ku sadari
Keindahan yang aku lihat tadi malam
Hanyalah keindahan mimpi
Yang melenyapkan semangat hidupku
Ayah mengapakah ini harus terjadi
Rumahku dikolom jembatan
Hidupku terpaut di sungai ini
Darahku mengalir dengan deras
Ingin sekali hidup bahagia
Meskipun itu hanya dalam bunga tidur
Kan kujadikan inspirasi untuk masa depanku
==
SEPI
SEPI
Oleh Riza Aulia Akfiyani
Ingin ku caci sepi
Yang selalu saja menghantui
Apa kau tak punya pekerjaan lain?
Selain mengikuti kemana pun aku pergi
Apa istimewanya diriku?
Hingga kau tak bisa melepaskanku
Jangan dekati aku lagi
Pergilah sejauh mungkin
Aku sudah bosan
Aku sudah lelah
Aku sudah muak
Jangan datang lagi
Aku tak mau bertemu
Bahkan hanya berpapasan pun
Aku sudah tak ingin
Haruskah aku bersembunyi di keramaian?
Haruskah aku tenggelam dalam kerumunan?
Apa kau tak punya malu?
Sudah ku katakan berkali-kali
Jika aku tak mau lagi bersamamu
Sadarlah dan buka mata
Aku tak mau lagi hidup denganmu
Aku tak mau perjalanan hidupku
Selalu bersetubuh dengan sepi.
Ingin ku caci sepi
Yang selalu saja menghantui
Apa kau tak punya pekerjaan lain?
Selain mengikuti kemana pun aku pergi
Apa istimewanya diriku?
Hingga kau tak bisa melepaskanku
Jangan dekati aku lagi
Pergilah sejauh mungkin
Aku sudah bosan
Aku sudah lelah
Aku sudah muak
Jangan datang lagi
Aku tak mau bertemu
Bahkan hanya berpapasan pun
Aku sudah tak ingin
Haruskah aku bersembunyi di keramaian?
Haruskah aku tenggelam dalam kerumunan?
Apa kau tak punya malu?
Sudah ku katakan berkali-kali
Jika aku tak mau lagi bersamamu
Sadarlah dan buka mata
Aku tak mau lagi hidup denganmu
Aku tak mau perjalanan hidupku
Selalu bersetubuh dengan sepi.
KAU YANG DULU
KAU YANG DULU
Oleh Riza Aulia Akfiyani
Entah mulai sejak kapan
Tapi aku merasa semakin lama
Debit cintamu semakin berkurang
Kau tak lagi menyapa dikala pagi
Kau tak lagi mendatangi dikala siang
Kau tak lagi bersenandung dikala malam
Apa salahku?
Kenapa kau hanya diam saja?
Jawab aku!
Aku mohon!
Tak ada lagi sapaan cinta
Yang menghiasi dikala pagi
Tak ada lagi rayuan sayang
Yang mewarnai dikala siang
Tak ada lagi nyanyian mesra
Yang menemani dikala malam
Kau semakin jauh dan lenyap
Tanpa ku tahu apa penyebabnya
Kau semakin tak bisa ku jangkau
Karena sekarang kau menjadi asing
Siapa kau?
Benarkah kau kekasihku yang dulu?
Yang selalu ada...
Dikala pagi, siang ataupun malam
Jawab aku!
Aku rindu kau yang dulu
Kemanakah perginya kau yang dulu?
Tolong kembalikan kekasihku yang dulu!
Aku mohon!
Entah mulai sejak kapan
Tapi aku merasa semakin lama
Debit cintamu semakin berkurang
Kau tak lagi menyapa dikala pagi
Kau tak lagi mendatangi dikala siang
Kau tak lagi bersenandung dikala malam
Apa salahku?
Kenapa kau hanya diam saja?
Jawab aku!
Aku mohon!
Tak ada lagi sapaan cinta
Yang menghiasi dikala pagi
Tak ada lagi rayuan sayang
Yang mewarnai dikala siang
Tak ada lagi nyanyian mesra
Yang menemani dikala malam
Kau semakin jauh dan lenyap
Tanpa ku tahu apa penyebabnya
Kau semakin tak bisa ku jangkau
Karena sekarang kau menjadi asing
Siapa kau?
Benarkah kau kekasihku yang dulu?
Yang selalu ada...
Dikala pagi, siang ataupun malam
Jawab aku!
Aku rindu kau yang dulu
Kemanakah perginya kau yang dulu?
Tolong kembalikan kekasihku yang dulu!
Aku mohon!
MERINDUKAN SAHABAT LAMAKU
MERINDUKAN SAHABAT LAMAKU
Oleh Wulanda Saputri
Dikala siang berganti malam
disaat itulah aku selalu merindukanmu
kamu yang dulu selalu menemaniku
kita terpisahkan oleh jarak dan waktu
Dedes andai kau tau..
Aku disini selalu meriindukanmu..
Aku rindu pada sosok dirimu yang lucu
Enta bagaimana keadaanmu sekarang
Sahabatku aku ingin berjumpa kembali
Aku ingin bermain bersamamu kembali
Entahlah apakah kita dapat bersama?
Sungguh aku benar-benar rindu
Disetiap malam aku berdo'a untukmu
aku memohon agar engkau baik2 saja
Aku berharap dapat bertemu kembali
Dan dapat bersama denganmu lagi
Oleh Wulanda Saputri
Dikala siang berganti malam
disaat itulah aku selalu merindukanmu
kamu yang dulu selalu menemaniku
kita terpisahkan oleh jarak dan waktu
Dedes andai kau tau..
Aku disini selalu meriindukanmu..
Aku rindu pada sosok dirimu yang lucu
Enta bagaimana keadaanmu sekarang
Sahabatku aku ingin berjumpa kembali
Aku ingin bermain bersamamu kembali
Entahlah apakah kita dapat bersama?
Sungguh aku benar-benar rindu
Disetiap malam aku berdo'a untukmu
aku memohon agar engkau baik2 saja
Aku berharap dapat bertemu kembali
Dan dapat bersama denganmu lagi
KENANGAN YANG TERSISA
KENANGAN YANG TERSISA
Oleh Winnie Gozali
Malam sepi tanpa bintang
Sepi hariku tanpa kalian
Duduk diam menatap bulan
Meingat waktu yang berlalu
Dahulu terasa senang
Ketika kita masih bersahabat
Kesenangan yang terungkapkan
Kesedihan yang terkatakan
Mungkinkah kita bersama lagi...?
Adakah aku dirindumu..?
Adakah kamu dirindunya..?
Tanpamu, tanpaku, tanpanya
Akan berbedalah kisah kita
Kisah yang KONYOL, GOKIL , LUCU
Oleh Winnie Gozali
Malam sepi tanpa bintang
Sepi hariku tanpa kalian
Duduk diam menatap bulan
Meingat waktu yang berlalu
Dahulu terasa senang
Ketika kita masih bersahabat
Kesenangan yang terungkapkan
Kesedihan yang terkatakan
Mungkinkah kita bersama lagi...?
Adakah aku dirindumu..?
Adakah kamu dirindunya..?
Tanpamu, tanpaku, tanpanya
Akan berbedalah kisah kita
Kisah yang KONYOL, GOKIL , LUCU
RINDU PERSAHABATAN KITA
RINDU PERSAHABATAN KITA
Oleh Meliani Prianti
Andai waktu bisa terulang kembali..
aku ingin memperbaiki semua kesalahanku..
Andai waktu bisa terulang kdmbali..
aku tak akan melakukan kesalahan itu..
Sahabatku, aku mohon maafkan kesalahanku padamu..
aku mohon jangan kau usaikan persahabatan kita..
Kau sangat berarti untukku..
saat aku menangis kau selalu menghiburku, hari hariku selalu bersamamu..
tapi sekarang kini kau telah pergi dan membenciku..
Aku rindu persahabatan kita..
Oleh Meliani Prianti
Andai waktu bisa terulang kembali..
aku ingin memperbaiki semua kesalahanku..
Andai waktu bisa terulang kdmbali..
aku tak akan melakukan kesalahan itu..
Sahabatku, aku mohon maafkan kesalahanku padamu..
aku mohon jangan kau usaikan persahabatan kita..
Kau sangat berarti untukku..
saat aku menangis kau selalu menghiburku, hari hariku selalu bersamamu..
tapi sekarang kini kau telah pergi dan membenciku..
Aku rindu persahabatan kita..
KAWAN, KU PANGGIL KAU TEMAN
KAWAN, KU PANGGIL KAU TEMAN
Oleh Niken Agustina
Kawan…
Kupanggil kau teman
Kau rangkul aku dengan senyuman
Kau dekap aku kala tangisan
Kesedihan tak punya lagi ruang
Kemaraham kau redamkan
Teman…
Sinarmu begitu terang
Tak padam dalam remang
Kau sungguh menawan
Kawan, Bersama kita habiskan waktu
Berbagai situasi kita hadapi
Kita adalah pelangi
Teman, Cerita kita selalu terkenang
Takkan ada kata hilang
Meski kau jauh rasanya
Kau takkan kehilangan makna
Oleh Niken Agustina
Kawan…
Kupanggil kau teman
Kau rangkul aku dengan senyuman
Kau dekap aku kala tangisan
Kesedihan tak punya lagi ruang
Kemaraham kau redamkan
Teman…
Sinarmu begitu terang
Tak padam dalam remang
Kau sungguh menawan
Kawan, Bersama kita habiskan waktu
Berbagai situasi kita hadapi
Kita adalah pelangi
Teman, Cerita kita selalu terkenang
Takkan ada kata hilang
Meski kau jauh rasanya
Kau takkan kehilangan makna
KAWAN
KAWAN
Oleh Najma
Titik - titik air embun pagi menemaniku hari ini
Menyunggingkan senyum di bibirku
Teringat kawan yang selalu menemaniku susah maupun senang. Membuat momen hidup yang tak terlupakan..
Aku rindu kebersamaan, tapi setiap pertemuan kan ada perpisahan.
Malaikat yang berlabuh kini, saksi rinduku yang bisu.
Melukis pelangi di langit,
Menghadapi hujan kehidupan bersama,
Diantaranya terselip kebahagiaan dan tawa.
Tuhan, apa harus semuanya di ambil secara cepat?
Bantu aku lebih lama bersama mereka, hanya untuk sekedar bergurau, atau sekedar mengenang.
Jarak waktu kan ku robohkan demi persahabatan,
Ombak laut kan ku pecah di tengah agar tak lebih menyakitkan,
Tulis tangan kebersamaan kita takkan pudar walau oleh air mata perpisahan yang berjatuhan
Serangkai yang telah kita buat, menyisakan 2 kata 1 kalimat bermakna dalam hati ini, "Terimakasih Kawan". Terimakasih untuk semuanya..
Titik - titik air embun pagi menemaniku hari ini
Menyunggingkan senyum di bibirku
Teringat kawan yang selalu menemaniku susah maupun senang. Membuat momen hidup yang tak terlupakan..
Aku rindu kebersamaan, tapi setiap pertemuan kan ada perpisahan.
Malaikat yang berlabuh kini, saksi rinduku yang bisu.
Melukis pelangi di langit,
Menghadapi hujan kehidupan bersama,
Diantaranya terselip kebahagiaan dan tawa.
Tuhan, apa harus semuanya di ambil secara cepat?
Bantu aku lebih lama bersama mereka, hanya untuk sekedar bergurau, atau sekedar mengenang.
Jarak waktu kan ku robohkan demi persahabatan,
Ombak laut kan ku pecah di tengah agar tak lebih menyakitkan,
Tulis tangan kebersamaan kita takkan pudar walau oleh air mata perpisahan yang berjatuhan
Serangkai yang telah kita buat, menyisakan 2 kata 1 kalimat bermakna dalam hati ini, "Terimakasih Kawan". Terimakasih untuk semuanya..
KEHILANGAN
KEHILANGAN
Oleh Novi Hikmah Wati
Ku hanya bisa melihat dari memori
Tentang apa yang telah kita lewati
Walau kini ku tau kau tak seperti dulu lagi
Karna yang ku tau tentang mu
Hanya akan buatku menangis
Kepolosanmu
Kekanakanmu
Kemanjaanmu
Ketidaktauan mu tentang cinta
Itu semua buatku beruntung
Tapi kini,,
Keberuntunganku telah selesai
Semua sifat mu telah berubah
Kedewasaanmu telah menelan keberuntunganku
Takkan ada lagi sahabat seperti dulu
Sahabat dulu telah menjadi dewasa
Kehilangan,,
Itulah yang saat ini ku rasakan
Sifatmu bukanlah kekanakan lgi
Sifatmu bukanlah polos lagi
Sifatmu Menghancurkn kan ku
Sifatmu bukan lagi seperti sahabat
Sahabat yang dulu ku sayangi
Tapi sekarang hanyalah kenangan
Semua perkataan manis mu telah jadi abu
Karna prilakumu yang membakar sendiri
Oleh Novi Hikmah Wati
Ku hanya bisa melihat dari memori
Tentang apa yang telah kita lewati
Walau kini ku tau kau tak seperti dulu lagi
Karna yang ku tau tentang mu
Hanya akan buatku menangis
Kepolosanmu
Kekanakanmu
Kemanjaanmu
Ketidaktauan mu tentang cinta
Itu semua buatku beruntung
Tapi kini,,
Keberuntunganku telah selesai
Semua sifat mu telah berubah
Kedewasaanmu telah menelan keberuntunganku
Takkan ada lagi sahabat seperti dulu
Sahabat dulu telah menjadi dewasa
Kehilangan,,
Itulah yang saat ini ku rasakan
Sifatmu bukanlah kekanakan lgi
Sifatmu bukanlah polos lagi
Sifatmu Menghancurkn kan ku
Sifatmu bukan lagi seperti sahabat
Sahabat yang dulu ku sayangi
Tapi sekarang hanyalah kenangan
Semua perkataan manis mu telah jadi abu
Karna prilakumu yang membakar sendiri
MEMBUTUHKANMU
MEMBUTUHKANMU
Oleh Novi Hikmah Wati
Dibawah awan mendung ku bersenandung
Dengan hati yang beku dan dingin pula
Ku mencoba tegar menjalani hidup
Ku mampu..
mampu tersenyum, bernyanyi, tertawa bersama kalian
Tapi semua itu..
Hanyalah topeng dibalik keadaanku
Diuar ku bisa tersenyum
Tetapi didalam ku hanya bisa merasakan kesedihan
Ku butuh seseorang yang mempercayaiku
Ku butuh seseorang yang menguatkanku
Ku butuh seseorang yang memperhatikanku
Ku butuh seseorang seperti Sahabat
Ku butuh seseorang seperti kalian semua
Namun kenyataannya ku nggak bisa miliki kalian semua
Karna ku nggak bisa berbuat banyak untuk kalian
Oleh Novi Hikmah Wati
Dibawah awan mendung ku bersenandung
Dengan hati yang beku dan dingin pula
Ku mencoba tegar menjalani hidup
Ku mampu..
mampu tersenyum, bernyanyi, tertawa bersama kalian
Tapi semua itu..
Hanyalah topeng dibalik keadaanku
Diuar ku bisa tersenyum
Tetapi didalam ku hanya bisa merasakan kesedihan
Ku butuh seseorang yang mempercayaiku
Ku butuh seseorang yang menguatkanku
Ku butuh seseorang yang memperhatikanku
Ku butuh seseorang seperti Sahabat
Ku butuh seseorang seperti kalian semua
Namun kenyataannya ku nggak bisa miliki kalian semua
Karna ku nggak bisa berbuat banyak untuk kalian
Subscribe to:
Posts (Atom)